Maumere-SuaraSikka.com: Sebanyak 9 mahasiswa eks penumpang KM Lambelu yang berada di lokasi karantina terpusat mulai mengeluh. Mereka mengaku kesulitan mengikuti kuliah secara online.
Persoalannya karena tidak ada fasilitas telekomunikasi di lokasi karantina terpusat di Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sikka. Begitu juga sebelumnya ketika mereka karantina di Gedung SCC.
Maria Yesiana dan Aloysius Nong Jimi yang kuliah di STIK GIA Makasar, mengaku tidak bisa mengikuti kuliah online dari lokasi karantina terpusat. Alasannya karena tidak adanya layanan jaringan telekomunikasi dan informatika.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Selama di karantina terpusat, kami tidak serius kuliah online. Akibatnya kami bisa ketinggalan mata kuliah,” ujar Maria Yesiana.
Gadis 21 tahun ini berasal dari Desa Wolomotong Kecamatan Doreng. Dia sudah kuliah 2 semester di Fakultas Kesehatan Jurusan Kebidanan. Sementara Aloysius Nong Jimi, 18 tahun, juga semester 2 Fakultas Kesehatan Jurusan Keperawatan.
Hal senada disampaikan Wilfridus Teka, mahasiswa Fakultas Teknis Jurusan Arsitek Unipa Maumere. Dia juga mengeluh kesulitan kuliah online.
“Kalau bisa pemerintah tambahkan fasilitas telekomunikasi di lokasi karantina. Biar kami bisa kuliah online secara teratur,” ujar dia.
Pemuda 21 tahun ini, datang dari Makasar dengan KM Lambelu. Dia mengaku ke Makasar untuk urusan pribadi.
Saat pulang di tengah pandemi Covid 19, pemuda yang berdomisili di Centrum Kelurahan Nangameting Kecamatan Alok Timur ini harus menjalani karantina secara terpusat bersama ratusan eks penumpang Lambelu yang lain.*** (eny)















