Mahasiswa di Lokasi Karantina Terpusat Kesulitan Kuliah Online

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 29 April 2020 - 13:20 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 11 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tiga mahasiswa yang sedang berada di lokasi karantina terpusat di Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Rabu (29/4)

Tiga mahasiswa yang sedang berada di lokasi karantina terpusat di Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Rabu (29/4)

Maumere-SuaraSikka.com: Sebanyak 9 mahasiswa eks penumpang KM Lambelu yang berada di lokasi karantina terpusat mulai mengeluh. Mereka mengaku kesulitan mengikuti kuliah secara online.

Persoalannya karena tidak ada fasilitas telekomunikasi di lokasi karantina terpusat di Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sikka. Begitu juga sebelumnya ketika mereka karantina di Gedung SCC.

Maria Yesiana dan Aloysius Nong Jimi yang kuliah di STIK GIA Makasar, mengaku tidak bisa mengikuti kuliah online dari lokasi karantina terpusat. Alasannya karena tidak adanya layanan jaringan telekomunikasi dan informatika.

“Selama di karantina terpusat, kami tidak serius kuliah online. Akibatnya kami bisa ketinggalan mata kuliah,” ujar Maria Yesiana.

Gadis 21 tahun ini berasal dari Desa Wolomotong Kecamatan Doreng. Dia sudah kuliah 2 semester di Fakultas Kesehatan Jurusan Kebidanan. Sementara Aloysius Nong Jimi, 18 tahun, juga semester 2 Fakultas Kesehatan Jurusan Keperawatan.

Hal senada disampaikan Wilfridus Teka, mahasiswa Fakultas Teknis Jurusan Arsitek Unipa Maumere. Dia juga mengeluh kesulitan kuliah online.

Baca Juga :  Seng Bantuan untuk Warga Terdampak Erupsi Gunung Lewotobi Ukuran Tipis, Tidak Layak Jadi Atap Rumah

“Kalau bisa pemerintah tambahkan fasilitas telekomunikasi di lokasi karantina. Biar kami bisa kuliah online secara teratur,” ujar dia.

Pemuda 21 tahun ini, datang dari Makasar dengan KM Lambelu. Dia mengaku ke Makasar untuk urusan pribadi.

Saat pulang di tengah pandemi Covid 19, pemuda yang berdomisili di Centrum Kelurahan Nangameting Kecamatan Alok Timur ini harus menjalani karantina secara terpusat bersama ratusan eks penumpang Lambelu yang lain.*** (eny)

Berita Terkait

Wali Kota Kupang Serahkan Bantuan Rp 200 Juta dan 500 Paket Sembako untuk Korban Gempa di Sikka
Dana Desa di Sikka Anjlok Setengah Bagian, Pelayanan Tidak Optimal
BNPB Komitmen Percepat Proses Rehab-Rekon Pascagempa Bumi Tektonik di Flores, Rumah Rusak Mencapai 77.912 Unit
Dentuman Keras, Dikira Gempa Susulan, Ternyata Gunung Lewotobi Erupsi Lagi
Belanja Modal Anjlok Rp 12 Miliar Lebih, Infrastruktur Jalan Bakal Jadi Korban
Seng Bantuan untuk Warga Terdampak Erupsi Gunung Lewotobi Ukuran Tipis, Tidak Layak Jadi Atap Rumah
100 Rombel pada 22 Sekolah di Sikka Harus Belajar di Tenda Darurat, SMPN 1 Maumere Pindah ke SKB
Pilkades Serentak Ditunda Tahun 2027, Sikap Bupati Sikka Plin-Plan

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:56 WITA

Wali Kota Kupang Serahkan Bantuan Rp 200 Juta dan 500 Paket Sembako untuk Korban Gempa di Sikka

Jumat, 28 Agustus 2026 - 10:37 WITA

Dana Desa di Sikka Anjlok Setengah Bagian, Pelayanan Tidak Optimal

Kamis, 27 Agustus 2026 - 16:01 WITA

BNPB Komitmen Percepat Proses Rehab-Rekon Pascagempa Bumi Tektonik di Flores, Rumah Rusak Mencapai 77.912 Unit

Kamis, 27 Agustus 2026 - 12:12 WITA

Dentuman Keras, Dikira Gempa Susulan, Ternyata Gunung Lewotobi Erupsi Lagi

Kamis, 27 Agustus 2026 - 11:15 WITA

Belanja Modal Anjlok Rp 12 Miliar Lebih, Infrastruktur Jalan Bakal Jadi Korban

Rabu, 26 Agustus 2026 - 21:20 WITA

100 Rombel pada 22 Sekolah di Sikka Harus Belajar di Tenda Darurat, SMPN 1 Maumere Pindah ke SKB

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:04 WITA

Pilkades Serentak Ditunda Tahun 2027, Sikap Bupati Sikka Plin-Plan

Rabu, 26 Agustus 2026 - 10:35 WITA

PMKRI Maumere, Timika, Mataram dan Solidaritas Pemuda-Pemudi NTB Salurkan Bantuan untuk Lansia Terdampak Gempa Flores

Berita Terbaru