Maumere-SuaraSikka.com: Kabupaten Sikka sedang terancam, akibat dikepung Covid 19. Dokter Asep Purnama menegaskan satu-satunya cara melawan yakni dengan menghentikan penularan.
“Kunci utama penanggulangan semua penyakit menular, termasuk Covid 19, adalah menghentikan penularan,” ujar Dokter Asep Purnama, Ketua Tim Kerja Penyakit Infeksi Emerging RSUD TC Hillers di Maumere, Rabu (6/5).
Covid 19, kata dia, menular secara droplet dan kontak. Dengan menghentikan penularan maka virus corona atau SARS Cov2 akan berhenti di tubuh manusia yang sedang tertular.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Asep Purnama menguraikan 3 skenario perjalanan virus corona di dalam tubuh manusia yang sedang tertular.
Pertama, pada kasus Covid 19 yang tidak bergejala atau bergejala ringan, virus corona akan mati oleh daya tahan tubuh manusia. Pasien sembuh. Berbagai data menunjukkan bahwa skenario ini terjadi pada 80% kasus.
Kedua, pada kasus Covid yg sedang/berat, sekitar 15% kasus, virus corona cukup kuat dan mampu membuat “keributan” dalam tubuh manusia. Pasien memerlukan perawatan di rumah sakit.
Dengan berbagai upaya yang ada saat ini, tubuh pasien berhasil melakukan perlawanan dan menang. Virus Corona mati, pasien sembuh.
Ketiga, pada 5% kasus Covid 19 yang kritis/fatal, Virus corona menang dalam pertempuran melawan manusia. Meski sudah diupayakan oleh tim medis di rumah sakit, pasien tidak tertolong. Pasien meninggal, dan virus corona juga ikut mati.
Kesimpulannya, kata dia, menang atau kalah dalam pertempuran dengan manusia, virus corona akan tetap mati.
“Jadi, asal kita tidak memberi kesempatan virus corona menyebar (menular) ke hunian (manusia) yang baru, maka virus akan mati dan tidak berkembang biak lagi. Virus corona tidak bisa hidup tanpa bantuan manusia. Dia perlu tempat tinggal, yaitu tubuh manusia,” tegas dia.
Asep Purnama sekali lagi mengingatkan bahwa menang atau kalah dalam pertempuran dengan manusia, virus Corona tetap akan mati.
“Asal kita berhasil mencegah penularan dan berupaya menghentikan sang virus corona dalam tubuh satu manusia saja, tidak menyebar ke manusia lainnya, maka virus corona akan tamat riwayatnya,” ujar dia.
Tapi, kalau virus diberi kesempatan menular ke manusia lain, maka dia akan berkembang biak terus. Seperti pelari estafet, berantai dari satu korban manusia ke korban manusia lainnya
Mengikuti informasi yang berkembang, kata dia, Jurubicara Satgas Covid NTT telah mengumumkan 2 kasus Covid 19 berasal dari Kabupaten Manggarai Barat, ujung barat pulau Flores, dan 1 kasus Covid 19 dari Kabupaten Flores Tinur, ujung timur pulau Flores.
Kasus dari Manggarai Barat, masuk dalam Klaster Gowa. Sedangkan yang dari Flores Timur, bisa disebut Klaster Lambelu, karena patut diduga tertular Covid 19 saat menumpang kapal Lambelu, mengikuti jejak puluhan ABK Lambelu yang tertular Covid 19.
Di Kabupaten Sikka, lanjut dia, ada dua klaster tersebut. Dan untuk sementara, berdasarkan data dari media, terdapat 21 orang Klaster Gowa yang reaktif rapid test, dan 46 Klaster Lambelu yang reaktif rapid test.
Hemat dia, 67 orang reaktif ini, kemungkinan sangat bisa terjadi menjadi positif Covid 19. Untuk memastikannya, harus melalui pemeriksan swab.
Terhadap fakta bahwa Sikka sedang “dikepung”, dan tengah berhadapan dengan 67 kasus reaktif, maka masyarskat Kabupaten Sikka diharapkan bersatu sekuat tenaga menghentikan penularan.
“Caranya sudah jelas yaitu jaga jarak, pakai masker, cuci tangan. Dan untuk mewujudkannya, perlu kepedulian kita mengingatkan dan membantu saudara-saudara di sekitar kita yang belum mau melakukan upaya pencegahan. Upaya pencegahan tidak bisa dilakukan perorangan. Harus dilakukan secara menyeluruh dan serentak,” imbuh dia.
Asep Purnama mengatakan untuk sementara hanya itulah jalan satu-satunya yang bisa dilakukan. Masalahnya karena vaksin dan obat definitif belum ada dalam waktu dekat ini.*** (eny)















