Nangahale Kontribusi Reaktif Covid Paling Besar

Avatar photo

- Redaksi

Jumat, 8 Mei 2020 - 20:10 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 9 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana pengambilan swab di Maumere, Kamis (7/5)

Suasana pengambilan swab di Maumere, Kamis (7/5)

Maumere-SuaraSikka.com: Desa Nangahale di Kabupaten Sikka menyumbang kontribusi reaktif Covid 19 paling besar untuk sementara di Kabupaten Sikka. Diharapkan masyarakat di desa ini jangan keras kepala terhadap protokoler kesehatan.

Dari 70 reaktif berdasarkan rapid test, di antaranya terdapat 9 warga Desa Nangahale. Jumlah ini paling besar dari 147 desa dan 13 kelurahan yang tersebar pada 23 kecamatan di Kabupaten Sikka.

Data yang dihimpun media ini, 9 warga Desa Nangahale yang reaktif terdiri dari 2 klaster, yakni 5 orang dari Klaster Gowa dan 4 orang dari Klaster Lambelu.

Meskipun banyak warga di desa ini yang reaktif, namun masih saja ada kelompok-kelompok tertentu yang tidak mengindahkan protokoler kesehatan.

Terbukti ada sejumlah umat Muslim yang masih saja melaksanakan sholat berjamaah dan tarawih di Masjid Baitussaadiq Nangahale, Rabu (6/5) malam.

Baca Juga :  Belanja Modal Anjlok Rp 12 Miliar Lebih, Infrastruktur Jalan Bakal Jadi Korban

Mereka tidak mengindahkan petugas keamanan yang sudah meminta untuk patuh pada protokoler kesehatan. Kelompok ini beralasan lebih menaati perintah Allah.

Jurubicara Satgas Covid Sikka menyayangkan sikap sekelompok warga masyarakat di Desa Nangahale.

Dia mengaku sudah berkoordinasi dengan Kapolres Sikka, Dandim Sikka, dan Danlanal Maumere untuk mengambil langkah-langkah terhadap warga masyarakat yang masih keras kepala.*** (eny)

Berita Terkait

Wali Kota Kupang Serahkan Bantuan Rp 200 Juta dan 500 Paket Sembako untuk Korban Gempa di Sikka
Dana Desa di Sikka Anjlok Setengah Bagian, Pelayanan Tidak Optimal
BNPB Komitmen Percepat Proses Rehab-Rekon Pascagempa Bumi Tektonik di Flores, Rumah Rusak Mencapai 77.912 Unit
Dentuman Keras, Dikira Gempa Susulan, Ternyata Gunung Lewotobi Erupsi Lagi
Belanja Modal Anjlok Rp 12 Miliar Lebih, Infrastruktur Jalan Bakal Jadi Korban
Seng Bantuan untuk Warga Terdampak Erupsi Gunung Lewotobi Ukuran Tipis, Tidak Layak Jadi Atap Rumah
100 Rombel pada 22 Sekolah di Sikka Harus Belajar di Tenda Darurat, SMPN 1 Maumere Pindah ke SKB
Pilkades Serentak Ditunda Tahun 2027, Sikap Bupati Sikka Plin-Plan

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:56 WITA

Wali Kota Kupang Serahkan Bantuan Rp 200 Juta dan 500 Paket Sembako untuk Korban Gempa di Sikka

Jumat, 28 Agustus 2026 - 10:37 WITA

Dana Desa di Sikka Anjlok Setengah Bagian, Pelayanan Tidak Optimal

Kamis, 27 Agustus 2026 - 16:01 WITA

BNPB Komitmen Percepat Proses Rehab-Rekon Pascagempa Bumi Tektonik di Flores, Rumah Rusak Mencapai 77.912 Unit

Kamis, 27 Agustus 2026 - 12:12 WITA

Dentuman Keras, Dikira Gempa Susulan, Ternyata Gunung Lewotobi Erupsi Lagi

Kamis, 27 Agustus 2026 - 11:15 WITA

Belanja Modal Anjlok Rp 12 Miliar Lebih, Infrastruktur Jalan Bakal Jadi Korban

Rabu, 26 Agustus 2026 - 21:20 WITA

100 Rombel pada 22 Sekolah di Sikka Harus Belajar di Tenda Darurat, SMPN 1 Maumere Pindah ke SKB

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:04 WITA

Pilkades Serentak Ditunda Tahun 2027, Sikap Bupati Sikka Plin-Plan

Rabu, 26 Agustus 2026 - 10:35 WITA

PMKRI Maumere, Timika, Mataram dan Solidaritas Pemuda-Pemudi NTB Salurkan Bantuan untuk Lansia Terdampak Gempa Flores

Berita Terbaru