Maumere-SuaraSikka.com: Desa Nangahale di Kabupaten Sikka menyumbang kontribusi reaktif Covid 19 paling besar untuk sementara di Kabupaten Sikka. Diharapkan masyarakat di desa ini jangan keras kepala terhadap protokoler kesehatan.
Dari 70 reaktif berdasarkan rapid test, di antaranya terdapat 9 warga Desa Nangahale. Jumlah ini paling besar dari 147 desa dan 13 kelurahan yang tersebar pada 23 kecamatan di Kabupaten Sikka.
Data yang dihimpun media ini, 9 warga Desa Nangahale yang reaktif terdiri dari 2 klaster, yakni 5 orang dari Klaster Gowa dan 4 orang dari Klaster Lambelu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Meskipun banyak warga di desa ini yang reaktif, namun masih saja ada kelompok-kelompok tertentu yang tidak mengindahkan protokoler kesehatan.
Terbukti ada sejumlah umat Muslim yang masih saja melaksanakan sholat berjamaah dan tarawih di Masjid Baitussaadiq Nangahale, Rabu (6/5) malam.
Mereka tidak mengindahkan petugas keamanan yang sudah meminta untuk patuh pada protokoler kesehatan. Kelompok ini beralasan lebih menaati perintah Allah.
Jurubicara Satgas Covid Sikka menyayangkan sikap sekelompok warga masyarakat di Desa Nangahale.
Dia mengaku sudah berkoordinasi dengan Kapolres Sikka, Dandim Sikka, dan Danlanal Maumere untuk mengambil langkah-langkah terhadap warga masyarakat yang masih keras kepala.*** (eny)















