Maumere-SuaraSikka.com: Kebijakan status new normal di Kabupaten Sikka terkesan tergesa-gesa. Di Pasar Alok Maumere, Selasa (2/6), kelihatan sekali ironi dari kebijakan yang tidak populis itu.
Pantauan media ini, Pasar Alok pagi itu padat dengan pengunjung, baik pedagang maupun pembeli. Kebetulan hari itu adalah hari pasar.
Suasana transaksional di Pasar Alok, jauh dari penegakkan protokoler kesehatan. Bahkan Instruksi Bupati Sikka pun tidak bernyali di hadapan masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Tidak ada pengaturan jarak antara pedagang dan pedagang. Sebagian besar menggelar dagangan dengan jarak tidak sampai 1 meter. Praktis mereka duduk berhimpitan.
Demikian pun jarak antara pedagang dan pembeli, tidak ada pembatasan yang jelas. Termasuk jarak dekat antara pembeli dan pembeli pun tidak bisa terhindarkan.
Masyarakat pengguna pasar tampak biasa saja, layaknya kehidupan normal sebelum virus corona mewabah.
Pantauan media ini, penakain masker sudah mulai lebih tertib. Meskiun terlihat masih ada juga yang mengenakan secara tidak sempurna.
Sementara hampir sebagian besar kios belum menyiapkan tempat cuci tangan. Pengelola Pasar Alok memang menyiapkan 8 tempat cuci tangan di sejumlah titik, namun jarang sekali yang memanfaatkan. Padahal setiap detik terjadi transaksi dagang dengan uang sebagai alat penukar.
Tidak kelihatan aparat keamanan dan Satpol PP yang ditugaskan mengawal new normal selama 1 bulan di Pasar Alok. Kecuali sejumlah aparat Kodim Sikka yang menjaga di pintu masuk Pasar Alok.
Suasana di Pasar Alok, bisa saja tidak jauh berbeda dengan pasar-paaar rakyat lainnya di sejumlah wilayah di Kabupaten Sikka.*** (eny)















