Keuskupan Maumere Abaikan New Normal, Kegiatan Gerejani Tetap Ditiadakan

0
53
Keuskupan Maumere Abaikan New Normal, Kegiatan Gerejani Tetap Ditiadakan
Uskup Maumere Mgr Edwaldus Martinus Sedu

Maumere-SuaraSikka.com: Bupati Sikka boleh saja menerapkan kebijakan new normal. Tapi tidak menembus urusan rohani umat Katolik. Keuskupan Mamere tetap meniadakan kegiatan gerejani.

Sikap Keuskupan Maumere tertuang dalam Seruan Pastoral Uskup Maumere dalam menghadapi situasi baru wabah Covid-19. Surat seruan ini tersebar luas di media sosial.

Seruan Pastoral itu ditandatangani Uskup Maumere Mgr Edwaldus Martinus Sedu. Dikeluarkan pada Sabtu (30/5), sehari setelah Bupati Sikka memberlakukan new normal.

“Semua kegiatan gerejani yang melibatkan banyak orang tetap ditiadakan sampai dengan pemberitahuan berikutnya,” seru Uskup Maumere.

Pemimpin tertinggi Keuskupan Maumere ini menegaskan bahwa perayaan ekaristi hari Minggu/Raya dan harian dirayakan di rumah masing-masing melalui live streaming atau siaran langsung radio.

Bagi umat yang tidak berkesempatan mengikuti ekaristi secara live streaming dan siaran langsung radio, wajib beribadat di rumah masing-masing. Keputusan tentang ini berlaku juga untuk rumah/komunitas biara.

Khusus untuk kematian, Imam hadir untuk memberkati jenazah dan makam demi menghindari waktu berkumpul yang lama.

Uskup Maumere mengingatka para Imam Biarawan/wati dan umat agar membiasakan diri memasuki masa kenormalan yang baru dengan menjalankan protokol kesehatan pemerintah.

Dia menyebut agar menghindari kerumunan dan menjaga jarak 1-2 meter, menggunakan masker untuk menghindari penyebaran droplet, mencuci tangan dengan sabun pada air yang mengalir.

“Saya mengajak para Imam, Biarawan/wati dan umat beriman untuk senantiasa menjaga titik fokus perjuangan memutus rantai penyebaran Covid-19 sebagai bentuk tanggung jawab atas kehidupan dan penghargaan terhadap nilai kemanusiaan. Kiranya berkat Allah Tri Tunggal Yang Maha Kudus senantiasa menyertai perjuangan hidup kita,” harap Uskup Maumere.

Sikap Uskup Maumere ini merujuk pada berbagai pertimbangan. Pertama, Keputusan Presiden Nomor 12 Tahun 2020 tentang Penetapan Status Bencana Non Alam Covid-19 sebagai Bencana Nasional per tanggal 13 April 2020.

Kedua, surat edaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nomor 6 Tahun 2020 tentang Status Keadaan Darurat Bencana Non Alam Covid-19 sebagai Bencana Nasional per 27 Mei 2020.

Ketiga, peta penyebaran kasus Covid-19 secara nasional versi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 belum menunjukkan tanda penurunan juah kasus baru dalam 2 bulan terakhir ini.

Dan keempat, kasus Covid-19 terkonfirmasi di Propinsi NTT , secara khusus Kabupaten Sikka dengan jumlah tertinggi di NTT dalam sebulan terakhir ini, yaitu 27 orang, dan juga potensi transmisi lokal yang diakibatkannya.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini