Wagub NTT Larang Portal Pembatas Antarkabupaten

Avatar photo

- Redaksi

Jumat, 5 Juni 2020 - 09:12 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 9 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Gubernur NTT Joseph Nae Soi

Wakil Gubernur NTT Joseph Nae Soi

Maumere-SuaraSikka.com: Wakil Gubernur NTT Joseph Nae Soi melarang pemasangan portal pembatas antarkabupaten. Dia mengajak masyarakat NTT untuk hidup berdamai dengan Covid-19.

“Saya nyatakan tidak boleh lagi ada pemblokiran antarkabupaten. Batas antara kabupaten yang satu dengan kabulaten yang lain itu kewenangan pemerintah pusat,” tegas dia kepada wartawan di Maumere, Kamis (4/6).

Dia menjawab pertanyaan media ini terkait kebijakan beberapa bupati di Flores, yang melakukan pengetatan kepada pelaku perjalanan dengan menutup badan jalan di perbatasan kabupaten.

Selain melarang pemblokiran batas kabupaten, Wagub NTT juga melarang persyaratan surat keterangan rapid test untuk bisa melintasi sebuah wilayah.

“(Persyaratan) rapid rapid test juga tidak boleh. Kalau rapid, itu harus bayar. Jadi tidak boleh bikin masyarakat susah,” tegas dia.

Dia mengatakan interaksi antarmanusia harus berjalan seperti biasa. Roda perekonomian juga harus berjalan. Karena itu tidak boleh lagi ada pemblokiran batas kabupaten dan pengetatan persyaratan yang membuat susah masyarakat.

Baca Juga :  Mendagri Puji Manajemen Penanganan Gempa Bumi Tektonik di Sikka

Mulai 15 Juni 2020 mendatang, kata dia, NTT akan memberlakukan new normal untuk semua wilayah di propinsi itu. Menjalankan pola hidup baru, tambah dia, harus dengan tetap mentaati protokoler kesehatan seperti pakai masker, jaga jarak, dan rajin cuci tangan.

Wagub NTT berada di Kabupaten Sikka untuk sebuah kunjungan kerja. Dia mengunjungi biara susteran, panti asuhan, Rutan Maumere, dan memantau Posko Covid Sikka.*** (eny)

Berita Terkait

Wali Kota Kupang Serahkan Bantuan Rp 200 Juta dan 500 Paket Sembako untuk Korban Gempa di Sikka
Dana Desa di Sikka Anjlok Setengah Bagian, Pelayanan Tidak Optimal
BNPB Komitmen Percepat Proses Rehab-Rekon Pascagempa Bumi Tektonik di Flores, Rumah Rusak Mencapai 77.912 Unit
Dentuman Keras, Dikira Gempa Susulan, Ternyata Gunung Lewotobi Erupsi Lagi
Belanja Modal Anjlok Rp 12 Miliar Lebih, Infrastruktur Jalan Bakal Jadi Korban
Seng Bantuan untuk Warga Terdampak Erupsi Gunung Lewotobi Ukuran Tipis, Tidak Layak Jadi Atap Rumah
100 Rombel pada 22 Sekolah di Sikka Harus Belajar di Tenda Darurat, SMPN 1 Maumere Pindah ke SKB
Pilkades Serentak Ditunda Tahun 2027, Sikap Bupati Sikka Plin-Plan

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:56 WITA

Wali Kota Kupang Serahkan Bantuan Rp 200 Juta dan 500 Paket Sembako untuk Korban Gempa di Sikka

Jumat, 28 Agustus 2026 - 10:37 WITA

Dana Desa di Sikka Anjlok Setengah Bagian, Pelayanan Tidak Optimal

Kamis, 27 Agustus 2026 - 16:01 WITA

BNPB Komitmen Percepat Proses Rehab-Rekon Pascagempa Bumi Tektonik di Flores, Rumah Rusak Mencapai 77.912 Unit

Kamis, 27 Agustus 2026 - 12:12 WITA

Dentuman Keras, Dikira Gempa Susulan, Ternyata Gunung Lewotobi Erupsi Lagi

Kamis, 27 Agustus 2026 - 11:15 WITA

Belanja Modal Anjlok Rp 12 Miliar Lebih, Infrastruktur Jalan Bakal Jadi Korban

Rabu, 26 Agustus 2026 - 21:20 WITA

100 Rombel pada 22 Sekolah di Sikka Harus Belajar di Tenda Darurat, SMPN 1 Maumere Pindah ke SKB

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:04 WITA

Pilkades Serentak Ditunda Tahun 2027, Sikap Bupati Sikka Plin-Plan

Rabu, 26 Agustus 2026 - 10:35 WITA

PMKRI Maumere, Timika, Mataram dan Solidaritas Pemuda-Pemudi NTB Salurkan Bantuan untuk Lansia Terdampak Gempa Flores

Berita Terbaru