Kena “Semprot” Pengusaha Hasil Bumi, Bupati Sikka Tarik Kebijakan Relokasi

0
29
Kena
Suasana saat Sherly Lomi "menyemprot" Bupati Sikka, Kamis (18/6)

Maumere-SuaraSikka.com: Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo menarik kebijakan relokasi pengusaha hasil bumi ke Pasar Wairkoja. Hal ini dilakukan setelah dia kena “semprot” dari seorang pengusaha hasil bumi.

Peristiwa ini terjadi Kamis (18/6) saat Bupati Sikka mendatangi Toko Fajar di Kewapante, sebelum melakukan kunjungan kerja ke Desa Kopong Kecamatan Kewapante. Toko ini terkenal bergerak di bidang jual beli hasil bumi.

Dari video berdurasi 2 menit 14 detik yang beredar bebas, tampak Bupati Sikka didampingi Sekretaris Dinas Pol PP dan Damkar mendatangi Toko Fajar. Dia disambut Sherly Lomi, pemilik Toko Fajar, yang saat itu sedang sibuk melaksanakan aktifitas jual beli hasil bumi.

Sherly Lomi langsung mengawali dengan nada tinggi bahwa pihaknya menyiapkan lahan parkir kendaraan. Dengan fasilitas itu, kata dia, tidak mungkin terjadi kemacetan di ruas Jalan Trans Flores Maumere-Larantuka, persis depan tokonya.

“Jadi untuk macet tidak mungkin. Biasanya kemarin-kemarin kalau ada kendaraan parkir, itu tidak lama, paling 10 menit saja sudah selesai.
Pekerja saya banyak, lahan parkir cukup, saya rasa kami bukan penyebab kemacetan,” semprot dia.

Kepada Bupati Sikka dia mengaku pihaknya melayani dengan baik semua masyarakat petani yang datang menjual hasil bumi di tempatnya.

Belum cukup dengan itu, Sherly Lomi juga menyentil kebijakan pemerintah yang terhitung Kamis (18/6) hingga 3 bulan ke depan harus pindah ke Pasar Wairkoja.

“Kalau bilang mau pindah, untuk sentralisasi, berarti BRI juga pindah, rumah sakit juga harus didirikan di Pasar Wairkoja. Supaya semuanya sentralisasi di sana,” ujarnya masih dengan nada tinggi.

Bupati Sikka yang berkain tenun tampak tenang mendengar unek-unek salah seorang pengusaha hasil bumi yang sukses ini. Lalu dia pu menanggapinya dengan dingin.

“Jadi begini, nanti pasar (Pasar Wairkoja, Red) itu, kan kita sedang optimalisasi. Jadi nanti pembelian hasil bumi tetap di sini. Fungsi pasar tetap di Wairkoja,” jawab Bupati Sikka.

Mendengar jawaban Bupati Sikka, Sherly Lomi langsung mengucapkan terima kasih, sambil nada suaranya sudah berubah turun. Bupati Sikka pun langsung pamit menuju Desa Kopong.

Sebelumnya pemerintah daerah menetapkan kebijakan relokasi pengusaha hasil bumi ke Pasar Wairkoja. Kebijakan ini sempat mendapat protes dari 2 pengusaha hasil bumi yang hadir dalam pertemuan Selasa (16/6) bersama Penjabat Sekda Sikka Wihelmus Sirilus.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini