Negara Hadir bagi Warga Tidak Mampu melalui JKN-KIS

0
18
Negara Hadir bagi Warga Tidak Mampu melalui JKN-KIS
Maria Selvina Bunga

Maumere-SuaraSikka.com: Negara hadir bagi warga tidak mampu, bukan hanya slogan semata. Program JKN-KIS merupakan bukti nyata kehadiran negara.

Semangat ini disampaikan Maria Selvina Bunga, seorang petani yang tinggal di Desa Korobhera Kecamatan Mego Kabupaten Sikka.

Perempuan berusia 39 tahun ini mengaku merasakan kehadiran negara kala harus melahirkan anaknya yang kelima.

Dia menjalani operasi dan rawat inap selama 5 hari di RSUD TC Hillers Maumere. Dalam kegamangan memikirkan biaya persalinan, Program JKN-KIS membawa berkah yang tak terkira.

Dia mengaku dari ke hari selalu memikirkan biaya persalinan. Ada semacam kekuatiran dia tidak mampu membayar seluruh biaya. Penghasilan tidak pasti, itu antara lain salah satu alasan yang membuat dia tidak tenang menghadapi proses persalinan.

Perempuan ini sudah berniat menjual harta miliknya sebagai modal biaya persalinan. Tidak ada pilihan lain, kecuali dengan cara-cara seperti itu.

Informasi tentang Program JKN-KIS membuyarkan ketakutannya. Dia semakin mantap bersiap diri menghadapi proses persalinan setelah mengetahui BPJS Kesehatan menjamin biaya persalinan karena dia terdaftar sebagai peserta JKN-KIS.

“Kami tidak bingung lagi memikirkan biaya persalinan. Tidak perlu lagi menjual harta benda. Sebagai peserta JKN-KIS, ternyata semua biaya sudah dijamin,” ujar Selvi.

Situasi terkini seperti ini, kata dia, jauh berbeda saat kelahiran anak pertama hingga anak keempat. Dulu, sebelum ada Program JKN-KIS, dia terpaksa menjual harta, menggadaikan barang berupa emas, atau pinjam ke tetangga, demi mendapatkan biaya persalinan.

“Sekarang berbeda sekali. Cukup menunjukkan KIS, semuanya sudah ditanggung BPJS Kesehatan, termasuk obat. Luar biasa sekali. Negara benar-benar hadir bagi kami yang tidak mampu,” ungkap Selvi bersyukur pada akhir Mei lalu.

Dia mengaku tidak mengeluarkan biaya tambahan. Tidal ada beban dan kewajiban yang dikenakan kepadanya. Malah dia mengaku menerima pelayanan kesehatan yang baik, sejak dari Puskesmas Lekebai hingga RSUD TC Hillers Maumere.

Selvi terdaftar sebagai peserta JKN-KIS. Dia masuk dalam segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) APBN. Iuran kepesertaan ditanggung oleh pemerintah pusat.

Ini yang membuat dia bersyukur sekali dengan kehadiran negara melalui program JKN-KIS. Iuran ditanggung negara, demikian pun biaya persalinan.

Karena itu, hemat dia, program JKN-KIS merupakan bentuk nyata peran pemerintah dalam memberikan rasa aman dan nyaman dalam jaminan kesehatan bagi masyarakat Indonesia.

“Kalau berobat, tidak perlu lagi takut dengan biaya yang besar. Menjadi peserta JKN-KIS merupakan solusi sesuai prinsip program ini yakni gotong-royong. Yang sehat membantu yang sakit, yang kaya membantu yang miskin. Secara tidak sadar kita telah menjalankan ajaran dan keyakinan kita bahwa harus saling menolong antar sesama,” ujar dia.

Dia menyampaikan terima kasih kepada pemerintah dan BPJS Kesehatan selaku penyelengara program karena telah memberikan perlindungan bagi dia dan keluarga. Dia berharap program JKN-KIS tetap berkelanjutan dan terus ditingkatkan.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini