Maumere-SuaraSikka.com: Suasana haru meliputi warga Dusun Wolowajo di KecamatanTanawawo Kabupaten Sikka. Bayangkan, setelah 13 tahun, akhirnya angkutan pedesaan bisa tembus ke kampung itu.
Upaya ini dilakukan berkat kesadaran masyarakat yang jenuh dengan lemahnya perhatian pemerintah terhadap infrastruktur jalan dan akses transportasi ke kampung itu.
Sebenarnya sudah ada ruas jalan yang dibuka sejak tahun 2007. Namun angkutan pedesaan tidak berani melintas karena lebar jalan yang hanya 2,5 meter.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Lebih dari itu, topografi yang sulit dan mengancam nyawa, membuat ciut nyali para sopir. Jalan yang mendaki dengan tikungan tajam menjadi tantangan yang berat.
Praktis warga masyarakat di kampung ini sepertinya terisolir dari banyak aspek. Untuk bepergian ke kampung tetangga saja, mereka harus berjalan kaki cukup jauh, hingga ke tempat yang biasa dilintasi angkutan pedesaan.
Jenuh dan prihatin dengan kondisi yang dialami bertahun-tahun, warga masyarakat akhirnya bersepakat untuk beramai-ramai bekerja secara swadaya, melebarkan ruas jalan sepanjang kurang lebih 5 kilometer.
Mengingat medan yang berat, mereka meminta bantuan alat berat dari Dinas PUPR Kabupaten Sikka. Dinas PUPR Sikka menurunkan 2 buah alat berat, lengkap dengan operator.
Sejak Sabtu (4/7), pekerjaan swadaya pun dimulai. Setiap hari warga masyarakat bergotong-royong, bahu-membahu melakukan pelebaran jalan.
Alhasil, satu minggu sesudahnya tekad mereka tercapai. Pada Sabtu (11/7), uji coba pertama oleh mobil operasional Kepala Dinas PUPR, berhasil menembus kampung itu.
Momentum sejarah ini disambut meriah warga masyarakat. Mereka langsung menggelar ritus adat, menyampaikan terima kasih sekaligus mengungkap kegembiraan. Sopir mobil Kepala Dinas PUPR pun dihadiahi sarung, moke, dan beras merah.
“Kerja ramai-ramai setiap hari. Dari pagi sampai jam 6 sore. Satu minggu sudah selesai, mobil sudah bisa tembus,” cerita Tarsisius Joris, salah seorang operator alat berat yang menghubungi media ini melalui telepon selular, Sabtu (11/7).
Menyusul setelah mobil operasional Kepala Dinas PUPR, sebuah dump truk pun tembus ke kampung itu.
Lalu berikutnya sebuah angkutan pedesaan mode truk kayu bernama Putra Wolosaga, juga sudah menembus ke kampung ini.*** (eny)















