47 Pelajar SMKN 1 Maumere PKL pada Proyek Bendungan Napung Gete

0
404
47 Pelajar SMKN 1 Maumere PKL pada Proyek Bendungan Napung Gete
Pelepasan 47 pelajar SMKN 1 Maumere yang akan melakasanakan PKL, Rabu (4/11)

Maumere-SuaraSikka.com: Sebanyak 47 pelajar SMK 1 Maumere akan melaksanakan praktik kerja lapangan (PKL) pada proyek nasional Pembangunan Bendungan Napung Gete di Kecamatan Waiblama Kabupaten Sikka.

47 Pelajar SMKN 1 Maumere PKL pada Proyek Bendungan Napung Gete

PKL dijadwalkan mulai Kamis (5/11) dan berlangsung selama 7 bulan, hingga 29 Mei 2021 mendatang. Dalam rentang waktu itu, para pelajar akan memadukan teori yang mereka terima di sekolah dengan kerja-kerja lapangan.

Para pelajar yang akan PKL terdiri dari 17 pelajar Jurusan Teknik Konstruksi Jalan Irigasi Jembatan, dan 30 pelajar Jurusan Teknik Konstruksi Gedung Sanitasi Perawatan. Mereka semua merupakan pelajar Kelas XIII, yang adalah angkatan pertama untuk pendidikan 4 tahun.

47 Pelajar SMKN 1 Maumere PKL pada Proyek Bendungan Napung Gete

Sehari sebelum PKL, Rabu (4/11), sekolah menggelar acara Pelepasan Siswa-Siswi Praktik Kerja Lapangan
Program Dual System SMK 4 Tahun, Rabu (4/11).

Momentum pelepasan peserta PKL berlangsung di Lantai 2 sekolah yang memiliki slogan “SMK Bisa, SMK Hebat, SMK Bisa Hebat” di Jalan Wairklau Maumere.

47 Pelajar SMKN 1 Maumere PKL pada Proyek Bendungan Napung Gete
Pemasangan topi pelindung diri kepada perwakilan peserta PKL

Pelepasan peserta PKL ditandai penyerahan peserta dari Kepala Sekolah SNKN 1 Maumere Adelbertus Hasulie kepada PT Nindya Karya selaku kontraktor pelaksana proyek nasional tersebut.

Seterusnya Lukman Hakim yang mewakili PT Nindya Karya mengenakan topi pelindung diri kepada dua perwakilan PKL atas nama Clara Liberty Nona Vilian dari Jurusan Teknik Konstruksi Jalan dan Irigasi, dan Yohanes Pelea Ledjab dari Jurusan Teknik Konstruksi Gedung Sanitasi dan Perawatan.

Simbolisasi pelepasan peserta PKL disaksikan Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Yohanes Audax, perwakilan orang tua peserta PKL, dan sejumlah guru serta karyawan di sekolah itu.

Adelbertus Hasulie mengingatkan peserta PKL agar benar-benar memanfaatkan kegiatan PKL, dan melaksanakan sebaik-baiknya.

“Lakukan praktik sebaik-baiknya. Dan harus mampu tempatkan diri pada situasi dan kondisi,” pinta kepala sekolah yang terkenal visioner dengan ide dan gagasan pendidikan moderen.

Setelah selesai PKL, rencananya para pelajar ini akan melanjutkan dengan tahapan sertifikasi kompetensi pada Juli 2021, dengan asesor dari Kementerian PUPR.

47 Pelajar SMKN 1 Maumere PKL pada Proyek Bendungan Napung Gete
Lukman Hakim dari PT Nindya Karya

Perwakilan PT Nindya Karya Lukman Hakim menyambut baik program vokasi yang dilaksanakan SMKN 1 Maumere. Kepada peserta PKL dia mengingatkan untuk mengikuti tata tertib kerja pada PT Nindya Karya.

“Selamat bergabung bersama PT Nindya Karya. Adik-adik harus fokus dengan tujuan yang ingin dicapai. Dan semoga kami bisa memenuhi capaian yang diinginkan,” ujar Lukman Hakim.

Sementara itu Kadisnakertrans Sikka Yohanes Audax memberikan semangat dan motivasi agar peserta PKL serius dan bertanggunghawab dalam menjalankan PKL.

“Manfaatkan kesempatan ini dengan baik. Apa yang diperoleh saat PKL akan menjai bekal bagi kelanjutan pendidikan dan masa depan,” ujar dia memberi semangat.

47 Pelajar SMKN 1 Maumere PKL pada Proyek Bendungan Napung Gete
Perwakilan orang tua peserta PKL pose bersama Kepala SMKN 1 Maumere dan jajaran

Mantan Camat Tanawawo itu mengatakan SMKN 1 Maumere sudah sangat terkenal. Karena itu dia mengingatkan peserta PKL agar selalu menjaga nama baik sekolah itu.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini