47 Pelajar SMKN 1 Maumere PKL pada Proyek Bendungan Napung Gete

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 4 November 2020 - 12:13 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 91 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pelepasan 47 pelajar SMKN 1 Maumere yang akan melakasanakan PKL, Rabu (4/11)

Pelepasan 47 pelajar SMKN 1 Maumere yang akan melakasanakan PKL, Rabu (4/11)

Maumere-SuaraSikka.com: Sebanyak 47 pelajar SMK 1 Maumere akan melaksanakan praktik kerja lapangan (PKL) pada proyek nasional Pembangunan Bendungan Napung Gete di Kecamatan Waiblama Kabupaten Sikka.

47 Pelajar SMKN 1 Maumere PKL pada Proyek Bendungan Napung Gete

PKL dijadwalkan mulai Kamis (5/11) dan berlangsung selama 7 bulan, hingga 29 Mei 2021 mendatang. Dalam rentang waktu itu, para pelajar akan memadukan teori yang mereka terima di sekolah dengan kerja-kerja lapangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Para pelajar yang akan PKL terdiri dari 17 pelajar Jurusan Teknik Konstruksi Jalan Irigasi Jembatan, dan 30 pelajar Jurusan Teknik Konstruksi Gedung Sanitasi Perawatan. Mereka semua merupakan pelajar Kelas XIII, yang adalah angkatan pertama untuk pendidikan 4 tahun.

47 Pelajar SMKN 1 Maumere PKL pada Proyek Bendungan Napung Gete

Sehari sebelum PKL, Rabu (4/11), sekolah menggelar acara Pelepasan Siswa-Siswi Praktik Kerja Lapangan
Program Dual System SMK 4 Tahun, Rabu (4/11).

Momentum pelepasan peserta PKL berlangsung di Lantai 2 sekolah yang memiliki slogan “SMK Bisa, SMK Hebat, SMK Bisa Hebat” di Jalan Wairklau Maumere.

Baca Juga :  Flores Bergetar Hebat, Gempa 7,7 Magnitudo, 1 Warga Maumere Meninggal Dunia
47 Pelajar SMKN 1 Maumere PKL pada Proyek Bendungan Napung Gete
Pemasangan topi pelindung diri kepada perwakilan peserta PKL

Pelepasan peserta PKL ditandai penyerahan peserta dari Kepala Sekolah SNKN 1 Maumere Adelbertus Hasulie kepada PT Nindya Karya selaku kontraktor pelaksana proyek nasional tersebut.

Seterusnya Lukman Hakim yang mewakili PT Nindya Karya mengenakan topi pelindung diri kepada dua perwakilan PKL atas nama Clara Liberty Nona Vilian dari Jurusan Teknik Konstruksi Jalan dan Irigasi, dan Yohanes Pelea Ledjab dari Jurusan Teknik Konstruksi Gedung Sanitasi dan Perawatan.

Simbolisasi pelepasan peserta PKL disaksikan Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Yohanes Audax, perwakilan orang tua peserta PKL, dan sejumlah guru serta karyawan di sekolah itu.

Adelbertus Hasulie mengingatkan peserta PKL agar benar-benar memanfaatkan kegiatan PKL, dan melaksanakan sebaik-baiknya.

“Lakukan praktik sebaik-baiknya. Dan harus mampu tempatkan diri pada situasi dan kondisi,” pinta kepala sekolah yang terkenal visioner dengan ide dan gagasan pendidikan moderen.

Setelah selesai PKL, rencananya para pelajar ini akan melanjutkan dengan tahapan sertifikasi kompetensi pada Juli 2021, dengan asesor dari Kementerian PUPR.

Baca Juga :  Gempa Hebat di Sikka, 4 Orang Meninggal Dunia
47 Pelajar SMKN 1 Maumere PKL pada Proyek Bendungan Napung Gete
Lukman Hakim dari PT Nindya Karya

Perwakilan PT Nindya Karya Lukman Hakim menyambut baik program vokasi yang dilaksanakan SMKN 1 Maumere. Kepada peserta PKL dia mengingatkan untuk mengikuti tata tertib kerja pada PT Nindya Karya.

“Selamat bergabung bersama PT Nindya Karya. Adik-adik harus fokus dengan tujuan yang ingin dicapai. Dan semoga kami bisa memenuhi capaian yang diinginkan,” ujar Lukman Hakim.

Sementara itu Kadisnakertrans Sikka Yohanes Audax memberikan semangat dan motivasi agar peserta PKL serius dan bertanggunghawab dalam menjalankan PKL.

“Manfaatkan kesempatan ini dengan baik. Apa yang diperoleh saat PKL akan menjai bekal bagi kelanjutan pendidikan dan masa depan,” ujar dia memberi semangat.

47 Pelajar SMKN 1 Maumere PKL pada Proyek Bendungan Napung Gete
Perwakilan orang tua peserta PKL pose bersama Kepala SMKN 1 Maumere dan jajaran

Mantan Camat Tanawawo itu mengatakan SMKN 1 Maumere sudah sangat terkenal. Karena itu dia mengingatkan peserta PKL agar selalu menjaga nama baik sekolah itu.*** (eny)

Berita Terkait

53.971 Unit Rumah di Flores Rusak Akibat Guncangan Gempa
Gelar Aksi Seribu Lilin dan Doa Bersama, OMK Paroki Wolofeo Galang Dana bagi Korban Gempa Bumi
Uskup Maumere Kunjungi 92 Pasien RSUD TC Hillers Maumere yang Dirawat di Tenda Darurat
Pascagempa Bumi Tektonik, 777,7 Ton Bantuan Mengalir Melalui Maumere dan Labuan Bajo
Wabup Sikka Serahkan 20 Unit Tenda untuk Korban Gempa di Talibura
Pascagempa Bumi, Belanja Modal di Sikka “Hilang” Rp 12 Miliar
PDI Perjuangan Lepas Kapal RS Laksamana Malahayati Bantu Korban Gempa di NTT
Longsor Ekstrim di Palue Akibat Gempa Bumi, Balai Jalan PUPR Kirim 3 Unit Exavator

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 10:45 WITA

53.971 Unit Rumah di Flores Rusak Akibat Guncangan Gempa

Senin, 24 Agustus 2026 - 09:27 WITA

Gelar Aksi Seribu Lilin dan Doa Bersama, OMK Paroki Wolofeo Galang Dana bagi Korban Gempa Bumi

Senin, 24 Agustus 2026 - 08:32 WITA

Uskup Maumere Kunjungi 92 Pasien RSUD TC Hillers Maumere yang Dirawat di Tenda Darurat

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 15:21 WITA

Pascagempa Bumi Tektonik, 777,7 Ton Bantuan Mengalir Melalui Maumere dan Labuan Bajo

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 14:09 WITA

Pascagempa Bumi, Belanja Modal di Sikka “Hilang” Rp 12 Miliar

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 10:00 WITA

PDI Perjuangan Lepas Kapal RS Laksamana Malahayati Bantu Korban Gempa di NTT

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 09:20 WITA

Longsor Ekstrim di Palue Akibat Gempa Bumi, Balai Jalan PUPR Kirim 3 Unit Exavator

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 08:37 WITA

Diaspora Flobamora di Papua Galang Dana untuk Korban Gempa Bumi

Berita Terbaru

Salah satu rumah warga mengalami rusak berat akibat guncangan gempa bumi tektonik di Flores

Bencana Alam

53.971 Unit Rumah di Flores Rusak Akibat Guncangan Gempa

Senin, 24 Agu 2026 - 10:45 WITA