Majelis Pendidikan Keuskupan Maumere Desak Copot Kadis PKO

Avatar photo

- Redaksi

Jumat, 3 September 2021 - 14:56 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 41 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Seorang peserta aksi memegang poster yang mendesak pencopotan Kadis PKO Sikka, Jumat (3/9)

Seorang peserta aksi memegang poster yang mendesak pencopotan Kadis PKO Sikka, Jumat (3/9)

Maumere-SuaraSikka.com: Majelis Pendidikan Katolik Keuskupan Maumere di Kabupaten Sikka mendesak Bupati Sikka mencopot Kepala Dinas PKO Mayella da Cunha.

Desakan ini merupakan salah satu tuntutan yang disampaikan sejumlah pengurus yayasan sekolah swasta saat menggelar aksi damai di Kantor Dinas PKO dan Kantor Bupati Sikka, Jumat (3/9).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Aksi damai digelar oleh perwakilan 37 yayasan sekolah swasta. Mereka melakukan protes menyusul kebijakan Dinas PKO menarik guru-guru negeri dari sekolah-sekokah swasta selama 2 tahun terakhir.  Diperkirakan sudah lebih dari 100 guru negeri yang ditarik.

Ketua.MPK KUM.Sikka Romo.Fidelis Dua (berjubah) sedang berorasi di halaman Kantor Bupati Sikka

Ketua MPK Sikka Romo Fidelis Dua dengan lantang menyerukan agar Kadis PKO Sikka segera dicopot. Dia beralasan kebijakan penarikan guru negeri dari sekolah swasta, tanpa ada regulasi yang jelas.

“Kami minta Kadis PKO menunjukkan kepada kami regulasi yang dipakai sebagai pedoman untuk menarik guru ASN dari semua sekolah swasta,” tantang Romo Fidelis Dua.

Kebijakan penarikan guru negeri dari sekolah swasta, kata dia, berakibat kepada kurangnya tenaga kependidikan di sekolah swasta. Dampaknya penyelenggaraan pendidikan di sekolah swasta menjadi pincang.

Baca Juga :  Bukan Sekadar Belajar di Kelas, SMPK Yapenthom 2 Maumere Gandeng Frater Ledalero Ajak Siswa Kenali Diri dan Bertumbuh dalam Kasih
Long march demonstran aksi damai menuju Kantor Bupati Sikka

“Kadis PKO sekarang dijabat oleh orang yang tidak tepat. Karena itu mesti dicopot, dicopot bersama Kabid Guru dan Tenaga Kependidikan (Pendidikan dan Tenaga Kependidikan, Red),” seru Romo Fidelis Dua.

Kepala SMAK John Paul II ini menuding Mayella da Cunha tidak mampu membenahi pendidikan di Kabupaten Sikka. Lebih dari itu, Mayella da Cunha cenderung menampilkan kekuasaan dan arogansi.

Dia menilai tidak ada hal esensial dan substansial yang dilakukan Kadis PKO sekarang ini, termasuk menjawabi persoalan penarikan guru-guru negeri dari sekolah swasta.

“Beliau sesungguhnya tidak paham dengan pendidikan, mungkin basiknya tidak di situ. Yah, siapa saja bisa menjadi kepala dinas, tetapi setidaknya harus paham menjawabi persoalan kependidikan di daerah ini,” ungkap dia.

Orasi Ketua Yapenthom Sikka Robby Keupung di Kantor Dinas PKO Sikka

Ketua Yapenthom Robby Keupung malah menilai Kadis PKO Sikka hanya punya 2 aktifitas kegiatan yakni meresmikan sekolah baru dan melakukan mutasi.

Aksi damai perwakilan yayasan sekolah swasta ini dikawal ketat aparat keamanan. Demonstran berangkat dari Istana Keuskupan Maumere.  Mereka melakukan long march kurang lebih sejauh 2 kilometer menuju Kantor Dinasi PKO Sikka.

Baca Juga :  49 Tim SMP di Sikka Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere

Satu buah spanduk berukuran besar dan sejumlah poster mewarnai sikap protes MPK Keuskupan Maumere. Antara lain sebuah poster yang bertuliskan “Copot Kadis PKO”.

Ketua Yapenthom menyerahkan tuntutan MPK KUM kepada Sekreyaris Dinas PKO Sikka

Tiga orator masing-masing Romo Fidelis Dua, Paulus Depa, dan Robby Keupung secara bergantian menyampaikan sikap dan tuntutan dari lapangan voli di kantor itu. Tampak terlihat Sekretaris Dinas PKO Sikka Marthen Luther Adji bersama sejumlah staf Dinas PKO Sikka.

Dari Kantor Dinas PKO Sikka, demonstran kembali long march menuju Kantor Bupati Sikka sejauh kurang lebih 2 kilometer. Wakil Bupati Sikka Romanus Woga, Sekda Sikka Adrianus Firminus Parera, dan Kepala Inspektorat Germanus Goleng menerima para demonstran di pintu masuk Kantor Bupati Sikka.

Tiga orator yang sama bergantian menyampaikan pendapat dari halaman Kantor Bupati Sikka. Pada intinya mereka menegaskan kepada pemerintah untuk menghentikan kebijakan penarikan guru negeri dari sekolah swasta.*** (eny)

Berita Terkait

SMP Negeri 1 Maumere Cetak Prestasi, Raih Juara Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan
Door Prize Handphone Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere
Serunya Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere, SMPK MBC Ohe Beri Ancaman Serius
Bukan Sekadar Belajar di Kelas, SMPK Yapenthom 2 Maumere Gandeng Frater Ledalero Ajak Siswa Kenali Diri dan Bertumbuh dalam Kasih
49 Tim SMP di Sikka Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere
Groudbreaking Kampung Nelayan Merah Putih di Wuring, Bupati Sikka: Kita Dukung Ekosistem Ekonomi Kelautan yang Terintegrasi
Pemerintah Gandeng Perbankan, Bikin Cantik Wajah Kota Maumere
Bupati Sikka “Tampar” ASN: Jangan Lihat Pekerjaan Hanya sebagai Rutinitas Administrasi

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:32 WITA

BPJS Kesehatan Perluas Kerja Sama dengan Asuransi Kesehatan Tambahan

Jumat, 2 Oktober 2026 - 23:58 WITA

6 Janji Jenderal Suyudi Awali Langkah Jadi Kapolri

Kamis, 17 September 2026 - 22:07 WITA

BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome

Jumat, 11 September 2026 - 08:50 WITA

Ciri-ciri Pelaku Penembakan di Papua Sudah Diketahui, Polisi Sita Selongsong Peluru

Kamis, 10 September 2026 - 15:06 WITA

KKB Pimpinan Egianus  Kagoya Tembak Mati 3 WNI, 1 Korban Asal Sikka

Senin, 7 September 2026 - 19:54 WITA

BPJS Kesehatan Bangun Standar Customer Excellence melalui CX126

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:35 WITA

Melchias Mekeng Resmi Pimpin Komisi XII DPR RI

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 06:33 WITA

NADI JKN, Solusi Jaga Keaktifan Peserta JKN

Berita Terbaru