



Maumere-SuaraSikka.com: Majelis Pendidikan Katolik Keuskupan Maumere di Kabupaten Sikka mendesak Bupati Sikka mencopot Kepala Dinas PKO Mayella da Cunha.
Desakan ini merupakan salah satu tuntutan yang disampaikan sejumlah pengurus yayasan sekolah swasta saat menggelar aksi damai di Kantor Dinas PKO dan Kantor Bupati Sikka, Jumat (3/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Aksi damai digelar oleh perwakilan 37 yayasan sekolah swasta. Mereka melakukan protes menyusul kebijakan Dinas PKO menarik guru-guru negeri dari sekolah-sekokah swasta selama 2 tahun terakhir. Diperkirakan sudah lebih dari 100 guru negeri yang ditarik.

Ketua MPK Sikka Romo Fidelis Dua dengan lantang menyerukan agar Kadis PKO Sikka segera dicopot. Dia beralasan kebijakan penarikan guru negeri dari sekolah swasta, tanpa ada regulasi yang jelas.
“Kami minta Kadis PKO menunjukkan kepada kami regulasi yang dipakai sebagai pedoman untuk menarik guru ASN dari semua sekolah swasta,” tantang Romo Fidelis Dua.
Kebijakan penarikan guru negeri dari sekolah swasta, kata dia, berakibat kepada kurangnya tenaga kependidikan di sekolah swasta. Dampaknya penyelenggaraan pendidikan di sekolah swasta menjadi pincang.

“Kadis PKO sekarang dijabat oleh orang yang tidak tepat. Karena itu mesti dicopot, dicopot bersama Kabid Guru dan Tenaga Kependidikan (Pendidikan dan Tenaga Kependidikan, Red),” seru Romo Fidelis Dua.
Kepala SMAK John Paul II ini menuding Mayella da Cunha tidak mampu membenahi pendidikan di Kabupaten Sikka. Lebih dari itu, Mayella da Cunha cenderung menampilkan kekuasaan dan arogansi.
Dia menilai tidak ada hal esensial dan substansial yang dilakukan Kadis PKO sekarang ini, termasuk menjawabi persoalan penarikan guru-guru negeri dari sekolah swasta.
“Beliau sesungguhnya tidak paham dengan pendidikan, mungkin basiknya tidak di situ. Yah, siapa saja bisa menjadi kepala dinas, tetapi setidaknya harus paham menjawabi persoalan kependidikan di daerah ini,” ungkap dia.

Ketua Yapenthom Robby Keupung malah menilai Kadis PKO Sikka hanya punya 2 aktifitas kegiatan yakni meresmikan sekolah baru dan melakukan mutasi.
Aksi damai perwakilan yayasan sekolah swasta ini dikawal ketat aparat keamanan. Demonstran berangkat dari Istana Keuskupan Maumere. Mereka melakukan long march kurang lebih sejauh 2 kilometer menuju Kantor Dinasi PKO Sikka.
Satu buah spanduk berukuran besar dan sejumlah poster mewarnai sikap protes MPK Keuskupan Maumere. Antara lain sebuah poster yang bertuliskan “Copot Kadis PKO”.

Tiga orator masing-masing Romo Fidelis Dua, Paulus Depa, dan Robby Keupung secara bergantian menyampaikan sikap dan tuntutan dari lapangan voli di kantor itu. Tampak terlihat Sekretaris Dinas PKO Sikka Marthen Luther Adji bersama sejumlah staf Dinas PKO Sikka.
Dari Kantor Dinas PKO Sikka, demonstran kembali long march menuju Kantor Bupati Sikka sejauh kurang lebih 2 kilometer. Wakil Bupati Sikka Romanus Woga, Sekda Sikka Adrianus Firminus Parera, dan Kepala Inspektorat Germanus Goleng menerima para demonstran di pintu masuk Kantor Bupati Sikka.
Tiga orator yang sama bergantian menyampaikan pendapat dari halaman Kantor Bupati Sikka. Pada intinya mereka menegaskan kepada pemerintah untuk menghentikan kebijakan penarikan guru negeri dari sekolah swasta.*** (eny)















