Maumere-SuaraSikka.com: Fraksi Partai Nadem DPRD Sikka menyoroti fasilitas sarana prasarana pendidikan di Kabupaten Sikka.
Sekretaris Fraksi Partai Nasdem Yosef Nong Soni menyebut masih banyak sarana prasarana pendidikan yang menjadi kewenangan kabupaten yakni PAUD, TK, SD dan SMP khususnya sekolah-sekolah negeri, dalam kondisi rusak parah.
“Banyak murid saat ini masih bertahan belajar di ruangan, yang mana kendang babi kita di rumah masih jauh lebih baik. Pelajar duduk layaknya pengemis di jalan, karena tidak mempunyai kursi dan meja, misalnya SDI Wegok,” tukas Yosef Nong Soni melalui Pemandangan Umum atas LKPJ Akhir Tahun 2022, Selasa (21/3) malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dia mengatakan Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo telah merespon keluhan atas fakta yang terjadi pada SDI Wegok. Bahkan orang nomor satu itu langsung meninjau sekolah yang terletak di Desa Kajowair Kecamatan Hewokloang tersebut.
Sebagaimana rekaman para guru dan murid di sekolah ini, kata Yosef Nong Soni, Bupati Sikka menjanjikan ruang belajar yang layak akan dibangun dua lantai pada tahun ini.
“Namanya juga janji, bisa iya, bisa juga tidak. Namun Fraksi Partai Nasdem berharap itu bukan hanya sekedar bonus janji di detik-detik akhir masa jabatan,” sindir Fraksi Partai Nasdem.
Yosef Nong Soni menyebut Paket Robi-Romanus (Roma) begitu senang dan bangga karena mampu melakukan hal yang sangat besar yang harusnya menjadi kewenangan pemerintah pusat.
Untuk hal itu, Fraksi Partai Nasdem memberi apresiasi setinggi-tingginya kepada Roma, yang hingga di masa-masa transisi kepemimpinan, telah mengalokasikan banyak anggaran untuk beasiswa pendidikan tinggi, bahkan menembus target RPJMD.
Tapi kebanggaan tersebut justeru terbalik, karena Roma amnesia dengan kewenangan pokok mengurus PAUD, TK, SD dan SMP.
“Sayang dan sungguh sangat disayangkan, karena apa yang harusnya menjadi kewenangan malah diabaikan,” ujar miris Yosef Nong Soni.
SDI Welafole
Kondisi miris sarana prasarana pendidikan, juga menjadi sorotan Fraksi Partai Perindo.
Ketua Fraksi Partai Perindo Herlindis da Rato menyentil kualitas sarana prasarana di SDI Welafole di Desa Parabubu Kecamatan Mego yang hingga kini belum disentuh sama sekali oleh pemerintah.
“Sungguh memprihatinkan kondisi SDI Welafole saat ini, tidak jauh beda dengan kandang babi. Tetapi pemerintah tidak bernurani untuk menanggapi permasalahan tersebut,” ungkap Herlindis da Rato.
Padahal, kata dia, Fraksi Partai Perindo sudah berkali-kali menyampaikan hal ini melalui rapat komisi. Hal yang sama disuarakan berulang kali melalui Pemandangan Umum Fraksi.
“Tetapi apalah daya sampai saat ini masih terabaikan oleh pemerintah,” ujar dia miris.
Masih dengan isu yang sama, Fraksi Partai Golkar juga menyoroti penyediaaan sarana dan prasarana yang belum optimal sehingga mengganggu proses kegiatan belajar mengajar.
“Ruangan kelas mengalami kerusakan berat dan tidak tersedia kursi meja yang memadai, akibatnya proses KBM terganggu, apalagi di musim hujan,” ungkap Ketua Fraksi Partai Golkar Antonius Hendrikus Rebu.
Dia menyebut kondisi tersebut terjadi pada beberapa sekolah seperti SDI Welafole, SDI Lewolabo, SDI Mauloo, SDI Dike, dan SMP Satap Wara.*** (eny)















