Mulanya kita merindukan kekuasaan, namun kadang setelah kita masuk di dalamnya, kita kehilangan jati diri dan kita menceburkan serta menjerumuskan diri dalam jurang otoritarianisme yang memalukan.
Tetaplah baik dan benar, dalam dinamika perpolitikan berbangsa dan bernegara, dan itulah jati diri seorang murid Yesus dalam etika politik Kristiani.
Ketiga, panggilan kaum awam menjadi tumpuan hidup Gereja dalam dunia politik. Teruslah mengawal kehidupan yang baik dan benar, dalam setiap tahapan proses pemilihan hingga pada puncaknya nanti, saat pemilihan di bilik suara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Budaya kompetisi yang sehat dan budaya mengelola konflik, harus menjadi bagian penting dari pemikiran dan penghayatan nilai dari kita sekalian.
Tanpa kaum awam yang tangguh, militan dan beriman, kita mungkin akan kehilangan roh kesaksian (martyria) dalam Gereja kita.
Berani bersaksi di tengah kancah politik nasional dan lokal, hendaknya senantiasa menyadarkan kita betapa kesetiaan dan kebenaran itu jauh lebih penting dari pada kesuksesan dan kegemilangan kekayaan karena kerja kotor pemuh manipulasi.
Demikian satu dua pokok refleksi yang bisa Saya berikan dalam diskusi bersama kita pada hari ini. Saya berharap kita tetap menyadari panggilan sebagai rasul awam yang tangguh, militan dan beriman teguh pada Kristus. Semoga Tuhan memberkati.***
Sambutan Uskup Maumere Mgr Martinus Edwaldus Sedu pada Seminar Pendidikan Politik Kritis bagi warga/umat Katolik Keuskupan Maumere, 6 Oktober 2023


Ikuti Kami
Subscribe












