

GEREJA, Panggilan Rasul Awam dan Etika Politik, menjadi sebuah kerangka berpikir reflektif, yang hendak Saya sampaikan dalam diskusi kita pada hari ini.
Gereja sebagai sebuah institusi agama, dihargai dan dihormati oleh negara, karena memiliki basis keyakinan iman, yang ditanamkan dan diwajibkan dalam kehidupan hidup beragama para pemeluknya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Panggilan hidup pemeluk agama, dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara, membawa pesan penting betapa kebaikan dan cinta kasih, tidak hanya dinyatakan dalam pikiran semata, tetapi diperjuangkan dalam tindakan nyata.
Memperjuangkan kebenaran dan kebaikan bersama di tengah kehidupan berbangsa dan bernegara, membawa setiap pemeluk agama yakni warga Gereja, untuk sungguh-sungguh memahami panggilannya sebagai terang dan garam dalam situasi ketidakadilan, kemiskinan dan kekerasan yang melanda kehidupan bangsa dan negara kita.
Dalam konteks panggilan ini, Gereja memberikan tempat yang istimewa bagi kerasulan awam Katolik dalam kancah perpolitikan nasional dan lokal, untuk membawa nilai-nilai Kristiani dalam dinamika demokrasi dewasa ini, melalui kendaraan politiknya masing-masing.
Ada dua pertanyaan penting yang boleh kita renungkan dan kita jawab dalam konstelasi perpolitikan kita saat ini.


Ikuti Kami
Subscribe












