Yoseph Karmianto Eri kemudian meminta pikiran forum paripurna, terkait boleh tidaknya membentuk Pansus dengan kondisi kehadiran tidak kuorum.
Wenseslaus Wege, anggota Fraksi Partai Hanura justeru mempertanyakan sikap Wakil Ketua DPRD Sikka yang berani menggelar rapat paripurna dengan kondisi tidak kuorum.
“Kalau tidak kuorum kenapa dilakukan rapat,” sentil Wenseslaus Wege.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara Wakil Ketua Fraksi Demokrat Adil Sejahtera Alfridus Melanus Aeng berpendapat pembentukan Pansus dapat dilakukan meski kehadiran anggota Dewan tidak kuorum.
“Untuk (pembentukan) Pansus, silakan lanjut saja. Hal yang sederhana ko kita buat ribet,” sergah dia.
Menurut Alfridus Melanus Aeng tuntutan kuorum wajib diberlakukan jika untuk pengambilan keputusan seperti penetapan Peraturan Daerah.
Sekretaris DPRD Sikka Heriance akhirnya membacakan nama-nama keanggotaan Pansus yang diutus dari fraksi-fraksi. Forum rapat paripurna memberikan persetujuan atas pembentukan dan struktur Pansus.
Kehadiran anggota DPRD Sikka dalam rapat-rapat seperti Rapat Paripurna atau Rapat Komisi sering menjadi persoalan, karena sudah sering terjadi anggota DPRD Sikka malas mengikuti sidang.*** (eny)

Halaman : 1 2


Ikuti Kami
Subscribe












