Palue dan Duka Demokrasi

Avatar photo

- Redaksi

Minggu, 3 Maret 2024 - 17:22 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Vicky da Gomez Editor : Redaktur Dibaca 5,266 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PPK di Kabupaten Sikka memperlihatkan dokumen tersegel saat pleno rekapitulasi penghitungan perolehan suara tingkat kabupaten, Sabtu (2/3)

PPK di Kabupaten Sikka memperlihatkan dokumen tersegel saat pleno rekapitulasi penghitungan perolehan suara tingkat kabupaten, Sabtu (2/3)

Hanura memang berhasil tembus hingga 2.993 suara. Namun terkunci di urutan ke-12. Perolehan suara Hanura hanya terpaut 167 suara dari Partai Perindo, juru kunci kursi Dapil Sikka 1.

Paling tragis dialami Ferdinandus Mboi, politisi Partai Demokrat. Sebanyak 553 pemilih di Palue memberikan suara kepada wakil rakyat yang sering berpantun itu.

Namun kerja politik Ferdinandus Mboi harus kandas. Dia hanya memperoleh 602 suara. Kursi Partai Demokrat beralih ke pendatang baru Martinus Wodon yang mengoleksi 1.225 suara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lalu bagaimana dengan calon legislatif lain dari Kecamatan Palue? Beberapa di antara mereka memperoleh suara cukup baik di Palue, berkisar antara 300 hingga 500 suara. Namun total perolehan suara tidak mampu mengantar anak-anak Palue ini ke Gedung Kulababong.

Benediktus Bangu di PDIP misalnya, berhasil mendapat 548 suara di Palue. Namun total 779 suara miliknya tidak bisa menggeser petahana Alfonsus Ambrosius yang mendulang 1.362 suara.

Petrus Gande Ware, politisi Partai Perindo, perolehan suaranya tahun ini tidak sebagus ketika masih berbaju Partai Golkar. Tahun ini dia hanya mengantongi 474 suara, antara lain  354 suara dari Palue. Gande Ware tertinggal jauh dari Marthen Luther Adji.

Berita Terkait

Jangan Jadikan Nusa Tenggara Timur Seperti Irlandia: Sebuah Kajian Sosial-Budaya
Kapal Ratu Rosari: Legenda Laut Hubungkan Flores dengan Dunia
Tiba Masa Tiba Akal, Gempa Flores: Antara Tragedi Kemanusiaan dan Politik Pencitraan
Spanyol versus Argentina, Pertarungan Dua Filosofi Menuju Tahta Dunia
Kasus Febrie Adriansyah dan Bahaya Cara Berpikir Hitam Putih
Empat Negara di Tangga Juara
Sengketa Tanah Nangahale: Perjumpaan antara Jejak Kolonial dan Status Kepemilikan
Pembubaran Ibadah dan Kebebasan Beragama: Antara Perlindungan Konstitusi dan IMB
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:36 WITA

Door Prize Handphone Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere

Senin, 19 Oktober 2026 - 21:59 WITA

Serunya Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere, SMPK MBC Ohe Beri Ancaman Serius

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:45 WITA

Bukan Sekadar Belajar di Kelas, SMPK Yapenthom 2 Maumere Gandeng Frater Ledalero Ajak Siswa Kenali Diri dan Bertumbuh dalam Kasih

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:26 WITA

49 Tim SMP di Sikka Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:27 WITA

Pemerintah Gandeng Perbankan, Bikin Cantik Wajah Kota Maumere

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:23 WITA

Bupati Sikka “Tampar” ASN: Jangan Lihat Pekerjaan Hanya sebagai Rutinitas Administrasi

Rabu, 7 Oktober 2026 - 21:00 WITA

Tanggapi Isu Daerah, Undana dan Pemkab Sikka Jajaki Kerja Sama Strategis Tahun 2027

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:04 WITA

Kabar Gembira! SMKS Yohanes XXIII Maumere Buka Jurusan Kecantikan dan SPA, Tenaga Didik Seorang Guru Muda Cantik

Berita Terbaru