Keluarga Korban Penganiayaan Minta Polisi Segera Periksa Guru Brutal

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 26 Juni 2024 - 12:57 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Vicky da Gomez Editor : Redaktur Dibaca 1,372 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Korban penganiayaaan memperlihatkan dokumen laporan kepolisian, Selasa (25/6)

Korban penganiayaaan memperlihatkan dokumen laporan kepolisian, Selasa (25/6)

Maumere-SuaraSikka.com: Keluarga Ricky Fibrianto Ratu Ga, korban penganiayaan, meminta polisi segera memeriksa guru brutal yang menjadi pelaku kasus ini.

Permintaan ini disampaikan Mama kandung korban saat mendampingi anaknya membuat laporan kepolisian sekaligus pemeriksaan di Reskrim Polres Sikka, Selasa (25/6).

Mama kandung korban beralasan pelaku yang 1,5 tahun terakhir ini mengontrak rumahnya di Gang 5 Brai Maumere di Kabupaten Sikka, sudah kabur meninggalkan kontrakan usai melakukan penganiayaan.

“Dia kabur, dan kami kuatir dia menghilang, bisa saja pulang ke kampung halaman di Manggarai sana. Jadi saran kami sebaiknya segera panggil dan periksa dia,” ungkap Mama kandung korban.

Pemeriksaan terhadap pelaku, ujar dia, sekaligus untuk mengetahui apa alasan pelaku melakukan penganiayaan terhadap anaknya. Pasalnya, kata dia, anaknya mengaku tidak punya persoalan dengan pelaku yang adalah guru pada salah satu sekolah menengah atas di Kota Maumere itu.

Baca Juga :  Bupati Sikka Terbitkan Status Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi Tektonik

Pelaku kabur bersama istri dan 2 anaknya yang masih kecil sekitar pukul 04.00 Wita usai menganiaya Ricky Fibrianto Ratu Ga. Diduga kuat pelaku berlindung pada rumah seorang oknum aparat hukum di Nangahure.

Berita Terkait

Wali Kota Kupang Serahkan Bantuan Rp 200 Juta dan 500 Paket Sembako untuk Korban Gempa di Sikka
Dana Desa di Sikka Anjlok Setengah Bagian, Pelayanan Tidak Optimal
BNPB Komitmen Percepat Proses Rehab-Rekon Pascagempa Bumi Tektonik di Flores, Rumah Rusak Mencapai 77.912 Unit
Dentuman Keras, Dikira Gempa Susulan, Ternyata Gunung Lewotobi Erupsi Lagi
Belanja Modal Anjlok Rp 12 Miliar Lebih, Infrastruktur Jalan Bakal Jadi Korban
Seng Bantuan untuk Warga Terdampak Erupsi Gunung Lewotobi Ukuran Tipis, Tidak Layak Jadi Atap Rumah
100 Rombel pada 22 Sekolah di Sikka Harus Belajar di Tenda Darurat, SMPN 1 Maumere Pindah ke SKB
Pilkades Serentak Ditunda Tahun 2027, Sikap Bupati Sikka Plin-Plan

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:56 WITA

Wali Kota Kupang Serahkan Bantuan Rp 200 Juta dan 500 Paket Sembako untuk Korban Gempa di Sikka

Jumat, 28 Agustus 2026 - 10:37 WITA

Dana Desa di Sikka Anjlok Setengah Bagian, Pelayanan Tidak Optimal

Kamis, 27 Agustus 2026 - 16:01 WITA

BNPB Komitmen Percepat Proses Rehab-Rekon Pascagempa Bumi Tektonik di Flores, Rumah Rusak Mencapai 77.912 Unit

Kamis, 27 Agustus 2026 - 12:12 WITA

Dentuman Keras, Dikira Gempa Susulan, Ternyata Gunung Lewotobi Erupsi Lagi

Kamis, 27 Agustus 2026 - 11:15 WITA

Belanja Modal Anjlok Rp 12 Miliar Lebih, Infrastruktur Jalan Bakal Jadi Korban

Rabu, 26 Agustus 2026 - 21:20 WITA

100 Rombel pada 22 Sekolah di Sikka Harus Belajar di Tenda Darurat, SMPN 1 Maumere Pindah ke SKB

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:04 WITA

Pilkades Serentak Ditunda Tahun 2027, Sikap Bupati Sikka Plin-Plan

Rabu, 26 Agustus 2026 - 10:35 WITA

PMKRI Maumere, Timika, Mataram dan Solidaritas Pemuda-Pemudi NTB Salurkan Bantuan untuk Lansia Terdampak Gempa Flores

Berita Terbaru