Menurut Putu Botha, pada setiap desa pilot project akan disiapkan seorang petugas yang membantu tugas-tugas pelayanan pengurusan administrasi kependudukan. Petugas tersebut berperan sebagai perpanjangan tangan Dispenduk dan Capil.
“Warga cukup datang ke desa, temui petugas, sampaikan data-data, selanjutnya kami proses di kantor, terbitkan adminduk sesuai permintaan, dan nanti warga terima di desa,” ujar Putu Botha.
Untuk memantapkan hal ini, Dispenduk dan Capil Sikka terlebih dulu akan menggelar bimbingan teknis bagi petugas 21 desa pilot project. Menurut rencana bimtek akan dilaksanakan pada Rabu (18/12) hari ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Jika inovasi Desak dengan 21 desa pilot project berhasil, Putu Botha berencana mengembangkan metode ini pada semua desa dan kelurahan.
Putu Botha berharap hadirnya Desak bisa meningkatkan kesadaran warga masyarakat untuk mengurus administrasi kependudukan, karena, kata dia, administrasi kependudukan bisa bermanfaat pada hampir semua bidang kehidupan masyarakat.
“Semoga Desak bisa dimanfaatkan dengan baik, dan pada akhirnya Indonesia Satu Data bisa terwujud,” harap dia.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya















