Terdengar kabar waktu itu Jypk tidak lagi serius mengikuti kontestasi. Indikasi ini terlihat jelas ketika Yanes Mekeng selaku Ketua PSI Sikka dipaksakan masuk dalam bursa pencalonan.
Dinamika politik di Sikka terhentak ketika Jypk tampil kembali pada akhir Agustus 2024. Dia membawa pondasi KIM: Partai Gerindra dan Partai Golkar. Praktis kemunculan Jypk melahirkan sebuah kontroversi arus prosedural politik.
Dalam konteks politik lokal di Sikka waktu itu, Partai Gerindra dan Partai Golkar cenderung mengarah kepada Fransiskus Stephanus Say dan Fransiskus Laka (Stela). Bakal Pasangan Calon ini bahkan telah mengikuti survei bakal pasangan calon, mekanisme prosedural yang menjadi harga mati di tubuh partai berlambang pohon beringin.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Stela menjadi satu-satunya bakal pasangan calon yang mengikuti mekanisme di Partai Golkar. Langkah politik Stela melalui Partai Golkar sepertinya tidak bisa diadang lagi. Aura ini makin kuat dengan figur Fransiskus Stephanus Say sebagai Ketua Partai Gerindra Sikka. Gerindra plus Golkar untuk Stela sepertinya tinggal menunggu waktu saja.
Ternyata Jypk bikin konstelasi politik di Sikka berubah. Golkar digandeng. Gerindra “dirampas”. Partai besutan Prabowo itu terpaksa mengabaikan anak kandung sendiri demi seorang Jypk.
Munculnya Jypk dengan membawa bendera Gerindra dan Golkar, mengesankan ada kekuatan besar di balik anak muda ini. Kekuatan yang mampu melumpuhkan integritas Gerindra dan Golkar. Kekuatan itu mungkin saja bernama jaringan.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe











