Banjir Bandang di Talibura, 2 Rumah Hanyut, 32 Terendam

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 1 Januari 2025 - 20:30 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Vicky da Gomez Editor : Redaktur Dibaca 730 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Beberapa rumah di Dusun Habihodot Desa Talibura di Kabupaten Sikka terendam banjir bandang, Rabu (1/1)

Beberapa rumah di Dusun Habihodot Desa Talibura di Kabupaten Sikka terendam banjir bandang, Rabu (1/1)

Maumere-SuaraSikka.com: Hujan dengan intensitas tinggi sejak siang hari terjadi di Kabupaten Sikka, Rabu (1/1). Hujan pada hari pertama tahun 2025 itu mengakibatkan banjir bandang di Desa Talibura Kecamatan Talibura. Terbetik kabar 2 rumah hanyut, dan 32 rumah terendam.

Kasi Humas Polres Sikka Ipda Jermi Soludale dalam keterangan kepada media ini menyebut banjir bandang terjadi akibat luapan air dari Kali Warang. Banjir bandang meluap ke pemukiman warga yang beralamat di  RT/RW 009/005 Dusun Habihodot Desa Talibura.

Dua rumah warga yang hanyut adalah milik Robertus Regang, 70 tahun dan Theresia Titi, 60 tahun. Keduanya berprofesi sebagai petani.

Untuk sementara 2 pemilik rumah ini mengungsi ke rumah tetangga sambil menunggu perbaikan secara mandiri oleh pemilik rumah dan bentuk perhatian Pemerintah Desa Talibura.

Baca Juga :  Belanja Modal Anjlok Rp 12 Miliar Lebih, Infrastruktur Jalan Bakal Jadi Korban

“Sebanyak 32 rumah warga terendam banjir, dan selain itu juga banyak ternak warga berupa babi yang terbawa banjir,” tulis Ipda Jermi Soludale.

Dia memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Meski demikian taksasi kerugian materiil diperkirakan sekitar Rp 200 juta.

Berita Terkait

Wali Kota Kupang Serahkan Bantuan Rp 200 Juta dan 500 Paket Sembako untuk Korban Gempa di Sikka
Dana Desa di Sikka Anjlok Setengah Bagian, Pelayanan Tidak Optimal
BNPB Komitmen Percepat Proses Rehab-Rekon Pascagempa Bumi Tektonik di Flores, Rumah Rusak Mencapai 77.912 Unit
Dentuman Keras, Dikira Gempa Susulan, Ternyata Gunung Lewotobi Erupsi Lagi
Belanja Modal Anjlok Rp 12 Miliar Lebih, Infrastruktur Jalan Bakal Jadi Korban
Seng Bantuan untuk Warga Terdampak Erupsi Gunung Lewotobi Ukuran Tipis, Tidak Layak Jadi Atap Rumah
100 Rombel pada 22 Sekolah di Sikka Harus Belajar di Tenda Darurat, SMPN 1 Maumere Pindah ke SKB
Pilkades Serentak Ditunda Tahun 2027, Sikap Bupati Sikka Plin-Plan
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:56 WITA

Wali Kota Kupang Serahkan Bantuan Rp 200 Juta dan 500 Paket Sembako untuk Korban Gempa di Sikka

Jumat, 28 Agustus 2026 - 10:37 WITA

Dana Desa di Sikka Anjlok Setengah Bagian, Pelayanan Tidak Optimal

Kamis, 27 Agustus 2026 - 16:01 WITA

BNPB Komitmen Percepat Proses Rehab-Rekon Pascagempa Bumi Tektonik di Flores, Rumah Rusak Mencapai 77.912 Unit

Kamis, 27 Agustus 2026 - 12:12 WITA

Dentuman Keras, Dikira Gempa Susulan, Ternyata Gunung Lewotobi Erupsi Lagi

Kamis, 27 Agustus 2026 - 11:15 WITA

Belanja Modal Anjlok Rp 12 Miliar Lebih, Infrastruktur Jalan Bakal Jadi Korban

Rabu, 26 Agustus 2026 - 21:20 WITA

100 Rombel pada 22 Sekolah di Sikka Harus Belajar di Tenda Darurat, SMPN 1 Maumere Pindah ke SKB

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:04 WITA

Pilkades Serentak Ditunda Tahun 2027, Sikap Bupati Sikka Plin-Plan

Rabu, 26 Agustus 2026 - 10:35 WITA

PMKRI Maumere, Timika, Mataram dan Solidaritas Pemuda-Pemudi NTB Salurkan Bantuan untuk Lansia Terdampak Gempa Flores

Berita Terbaru