“Kegiatan belajar mengajar di lokasi pengungsian tidak efektif sama sekali,” ungkap dia di depan Melchias Mekeng di Kantor Desa Boru.

Begitu juga penyampaian Kepala Puskesmas Boru Andrea MA Masni. Menurut pegiat kesehatan ini, bangunan Puskesmas Boru sudah mulai terdampak sebelum erupsi, dan makin parah lagi setelah erupsi.
“Hampir semua atap seng rusak. Paling parah di Ruang Rawat Inap. Jadi kalau ada pasien, kami hanya observasi dan pulangkan,” ujar dia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain Puskesmas Boru, menurut Andrea MA Masni, rumah dokter, rumah paramedis, Polindes dan Posyandu juga mengalami kerusakan parah.
Bantuan seng dari Melchias Mekeng nantinya disalurkan melalui Yayasan Bapa Bangsa. Saat seremoni penyerahan bantuan secara simbolis, pihak Yayasan Bapa Bangsa langsung membawa ribuan seng, yang diangkut 2 unit truk.
Bantuan kemanusiaan itu selanjutnya diserahkan kepada pemerintah untuk kemudian didistribusikan kepada warga terdampak pada 5 desa di Kecamatan Talibura Kabupaten Sikka, serta lembaga pendidikan dan kesehatan di Kecamatan Wulanggitang Kabupaten Flotim.*** (eny)


Ikuti Kami
Subscribe












