“Beliau berdua telah menjamin kestabilan jalannya pemerintahan selama 1,5 tahun. Hal ini sangat mempermudah kami dalam melanjutkan tata pemerintahan, pembangunan dan pelayanan kemasyarakatan,” ujar dia.
Pada bagian akhir dari pidato perdana, Bupati Sikka bicara tentang filosofi sandal. Keunikan sandal, kata dia, bukan karena kesamaan-kesamaan melainkan aneka perbedaan yang sudah menjadi hakikatnya. Dengan perbedaan itulah sandal bermanfaat bagi pemakainya.
“Keunikan sandal memberi pelajaran yang amat berharga bagi kita untuk menerima, menghargai dan mengelola setiap perbedaan,” ujar dia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Belajar dari filosofi sandal, Bupati Sikka mengajak semua elemen di daerah itu, terutama kaum muda, untuk bergerak bersama, tanpa ragu dan penuh optimisme, dengan kerendahan hati dan keihklasan, memberi yang terbaik bagi daerah ini.
Pemimpin yang baik, kata dia, adalah pemimpin yang mampu memperkaya kepribadian dari mereka yang dipimpinnya. Sebaliknya pemimpin akan dinilai gagal jika hanya memperalat masyarakat yang dipimpinnya demi kepentingan diri dan kronikroninya.*** (eny)


Ikuti Kami
Subscribe












