Bupati Sikka memastikan pesta politik telah usai. Perhelatan politik yang maha hebat itu telah dilewati. Saat ini, tambah dia, harus beranjak maju, melanjutkan segala kebaikan yang telah ditanamkan para pendahulu, dan memulai hal-hal ‘baru’ yang menjanjikan kesejahteraan masyarakat.
“Bermodalkan kekuatan yang ada, mari kita tunjukkan dan wujudkan segala hal yang kita ekspetasikan, agar rakyat yang kita pimpin merasa bersyukur memiliki para pemimpin yang bijaksana dan tangguh,” ujar dia.
Kilas Balik
Bupati Sikka sempat bernarasi kilas balik soal sejarah perjuangan Kabupaten Sikka. Dia menyebut Kabupaten Sikka terletak di bagian tengah Pulau Flores. Secara geografis, kata dia, Kabupaten Sikka menjadi mediator yang strategis dan efektif untuk ke Flores bagian timur dan Flores bagian barat, karena memiliki Bandara Frans Seda yang representatif.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bahkan, tambah dia, Kabupaten Sikka menjadi pusat persemaian benih-benih kehidupan yang religius. Hal ini tidak terbantahkan karena sejarah pernah mencatat Kabupaten Sikka telah disinggahi Paus Yohanes Paulus II, yang berkunjung ke Kota Maumere bahkan bermalam di Seminari Tinggi Santo Petrus Ritapiret pada 11-12 Oktober 1989 silam.
Dia juga menyinggung legenda abad XVI tentang Fransiskus Xaverius, seorang Pastor Ordo Yesuit, yang pernah menyinggahi lokasi Wair Nokerua di Kolisia sebelah barat Kota Maumere.
“Dalam semangat dan optimisme kesejarahan ini, sebagai pemimpin baru di daerah ini, saya sangat yakin dan percaya bahwa ada banyak metode dan gagasan dalam pikiran kita masing-masing yang dapat diberikan kepada masyarakat Nian Tanah Sikka tercinta,” ungkap Bupati Sikka.


Ikuti Kami
Subscribe












