Bupati Sikka sangat berharap konsepsi yang dia sampaikan dalam pidato perdana ini bisa membaur pada semua elemen, dan menjadi panduan untuk pelaksanaan pembangunan lima tahun ke depan. Konsepsi tersebut, kata dia, akan dielaborasikan dengan RPJMD Teknokrat yang telah disusun.
Berbagai Persoalan
Pada momentum penting ini, Bupati Sikka mengatakan di tengah seluruh optimisme tersebut, harus diakui bahwa Kabupaten Sikka masih diselimuti berbagai persoalan.
Dia menyebut antara lain kemiskinan masih tinggi, angka stunting harus ditekan, kesejahteraan guru honorer masih sangat memprihatinkan, monopoli pasar hasil kebun dan perikanan, perlakuan kurang adil terhadap para tenaga kesehatan, kenyamanan akses bagi para wartawan, transportasi belum maksimal, penataan kota belum apik, penanganan sampah belum komprehensif, kebutuhan air bersih makin tinggi, pemenuhan kebutuhan listrik belum maksimal, proporsi infrastruktur jalan belum menunjang perekonomian secara maksimal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain itu, kata dia, kualitas lingkungan hidup menurun, responsivitas pelayanan birokrasi masih dikeluhkan masyarakat, dan aneka persoalan substansial lainnya. Semua itu, tambah Bupati Sikka, dibalut dengan ekspetasi tinggi dari masyarakat terhadap kinerja pemerintahan,” ujar dia.
Menurut Bupati Sikka, pemerintah tidak dapat menyalahkan keinginan masyarakat yang begitu tinggi. Namun demikian, pemerintah juga harus mampu menyesuaikan diri dengan kemampuan dan keterbatasan, terutama kemampuan keuangan daerah, dengan melahirkan cara-cara kerja baru yang efisien dan efektif, sambil memanfaatkan banyak peluang untuk mendapatkan sumber-sumber potensi lainnya.
“Hindari dan tinggalkan pola-pola kerja lama yang inefisien, kurang terukur, lamban, bahkan cenderung hedonisme,” ajak dia.


Ikuti Kami
Subscribe












