Fraksi Partai Gerindra berpandangan masih banyak penyediaan sarana prasarana pendidikan yang belum memadai. Menurut Sekretaris Fraksi Partai Gerindra Sufriyance Merison Botu, terlihat dari banyak sekolah yang masih minim fasilitas, termasuk aksesibilitas menuju tempat pendidikan yang belum
disediakan secara baik.
“Dan yang tidak kalah penting, ketersediaan tenaga pendidik yang masih terbatas,” ujar Sufriyance Merison Botu.
Dia memberi contoh SD Wairbukan yang menjadi viral dan pusat perhatian pemerintah dan berbagai stakeholder. Bagi Fraksi Partai Gerindra, SD Wairbukan hanya
salah satu kondisi yang sempat terkuak, karena sesungguhnya masih banyak sekolah di pedalaman Kabupaten Sikka
yang serba kekurangan.

Sufriyance Merison Botu juga menyinggung beberapa proyek pada Dinas PKO yang dikerjakan tidak tuntas dan terkesan hanya untuk mendapatkan
keuntungan lebih banyak.
“Misalnya pada SMP Satu Atap di Desa Bloro, ada pembangunan Ruang Laboratorium IPA yang tidak dipasangi keramik dan konsen pintu jendela, diduga tidak menggunakan kayu sesuai spek yang disepakati. Juga di SMPN Mapitara yang tembok bagian luar Laboratorium
Komputer belum diselesaikan,” beber dia.
Soal SMP Satu Atap Bloro, juga disentil Fraksi PDI Perjuangan. Benediktus Lukas Raja menyebut kualitas pekerjaan pembangunan Ruang Laboratorium MIPA sangat memprihatinkan.


Ikuti Kami
Subscribe












