Politisi perempuan asal Kecamatan Nita ini juga menyinggung besaran insentif bagi dokter anestesi yang dipinjam dari RSU Labuan Bajo senilai Rp 40 juta untuk 1 bulan kerja.
“Bayar 1 minggu Rp 10 juta, itu mampu. Ada apa sebenarnya?” tanya dia heran.
Lebih dari itu Irvin Botha menilai terjadi pembiaran yang luar biasa sehingga masalah ketiadaan dokter anestesi permanen bisa sampai berbulan-bulan. Dia menyebut fakta itu sebagai sebuah sikap pembiaran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut dia, sebagai rumah sakit rujukan di Flores, mestinya Direktur mengambil kebijakan cepat dan tepat sehingga pelayanan kesehatan tidak mengalami kendala.
Irvin Botha juga menanggapi penjelasan Dokter Clara Francis yang mengaku siap berbenah untuk kebaikan bersama.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












