Darius Letor kemudian melaksanakan niatnya. Dia memesan secara online cat minyak meris dan kuas ukir. Mestinya dia punya stok cat acrilyc. Hanya saja karena belum terbiasa menggunakan cat jenis ini, dia memutuskan memfungsikan cat minyak meris.
Awalnya Darius Letor berniat membuat lukisan dengan ukuran besar. Dia ingin sekali hasil lukisan tersebut dipajang di ruang tamu rumahnya. Namun dia kesulitan mendapatkan media untuk mengekspresikan niat tersebut. Darius Letor akhirnya memfungsikan baliho bekas dengan ukuran panjang 42 centimeter dan lebar 27 centimeter.
Setelah pesanan cat minyak meris dan kuas ukir tiba di tangannya, Darius Letor mulai beraksi. Dua lukisan ini dia selesaikan dalam waktu 3 hari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Puji Tuhan, akhirnya mimpi saya tercapai meskipun dengan menggunakan bahan-bahan sederhana,” ungkap puas Darius Letor.
Dengan penuh bangga Darius Letor memajang 2 lukisan tangannya di ruang tamu. Setelah jadi, lukisan-lukisan ini belum menjadi daya tarik. Karya seni ini kemudian menjadi viral setelah meninggalnya Paus Fransiskus. Darius Letor sudah mulai berani mempublikasikan lukisan tersebut.
Dua lukisan itu masih terpajang anggun di ruang tamu. Tidak ada niat untuk menjual atau melepas kepada orang lain. Darius Letor yang sudah menghasilkan lebih dari 10 lukisan tangan berniat membangun galeri sebagai media untuk menyimpan dan memperkenalkan semua karya seninya.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












