“Biasanya siang, kalau mereka lagi makan atau mengantuk, saya ambil pakaian, lalu jual,” cerita dia tanpa beban.
Menurut J, pakaian hasil curian biasanya dia sembunyi di balik baju yang dia pakai. Terkadang dia mengisi di dalam kertas kresek. Kalau targetnya sudah maksimal, laki-laki 55 tahun ini langsung buru-buru ke bagian selatan Pasar Tingkat guna menjual pakaian hasil curian ke pedagang sayur.

J, warga Desa Nele Wutung Kecamatan Nele ini, siang tadi mencuri 4 potong celana berbeda ukuran. Dua potong berhasil dijual dengan harga murah. Dua lagi gagal dijual karena aktifitasnya sudah tercium seorang pedagang pakaian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
J mengaku menjual pakaian yang dia curi ke pedagang sayur di Pasar Tingkat Maumere. Dua potong celana dijual dengan harga murah. Uang hasil penjualan masih tersimpan di kantong celananya. Polisi telah menyita uang tersebut.
Laki-laki ini mengaku sudah beristri, dan memiliki 3 orang anak. Motivasi pencurian, kata dia, karena terbelenggu masalah ekonomi. Tindakan tidak terpuji ini, kata dia, tidak diketahui istri dan anak-anaknya.
Stanislaus, pedagang yang menjadi korban pada kasus ini, belum membuat laporan polisi. Meski kesal karena mengalami kerugian, Stanislaus masih menaruh iba kepada J.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












