Persebata Lembata membuka kebuntuan melalui gol cepat pada menit ke-16. Fandy Johan dengan cermat memanfaatkan umpan treck ball yang diberikan Ronald Samby, pemain pinjaman dari Persami Maumere.
Namun tidak butuh lama, Persika Karang Anyar membuat kedudukan berimbang melalui skema serangan balik. Hanya berselang tiga menit, Muhammad Risqi Fauzan berhasil menyamakan kedudukan setelah memanfaatkan longgarnya pertahanan Persebata Lembata.
Irama pertandingan selanjutnya tidak menarik lagi. Persika Karang Anyar dan Persebata Lembata sepertinya sudah puas dengan hasil yang ada. Pasalnya, berapapun kemenangan Persic Cilegon atas Persiwangi Banyuwangi, tidak bisa lagi menahan laju 2 tim itu ke babak berikut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sejak Babak 64 Besar, Persebata Lembata tidak terkalahkan, bahkan keluar sebagai juara grup pada Babak 32 Besar. Determinasi fighting spirit, dan pantang menyerah hingga pluit akhir menjadi sisi kelebihan Persebata Lembata.
Tak ayal, sukses Persebata Lembata menjadi tonggak sejarah baru bagi sepak bola NTT. Kini dukungan masyarakat gila bola NTT terus mengalir bagi tim yang dijuluki Sembur Paus itu.*** (eny)
Halaman : 1 2


Ikuti Kami
Subscribe












