Adalah Bhagavan Patanjali yang mensistematisasi Yoga. Dan, Yoga Sutra merupakan rumusan-rumusan ilmiah, formula-formula saintifik yang bersifat empirik. Artinya, siapa pun dapat mengalami dan membuktikannya lewat praktik – tak ada gunanya, dan kita takkan meraih hasil apa pun bila kita membaca dan memperlakukan sutra-sutra ini sebagai asupan intelektual belaka.
Patanjali membagi sutra-sutra ini dalam empat bagian. Bagian pertama, Samadhi Padag – Keseimbangan adalah Pencerahan; bagian kedua, Sadhana Padah – Pengabdian adalah Yoga, bagian ketiga Vibhuti Padah – Meraih Kemulian; dan bagian terakhir Kaivalya Padah – Hanya “Saja” lah!
Dalam bahasa Sansekerta, sutra atau rumusan-rumusan ini sangat singkat. Kebanyakan tak lebih dari 10 kata. Bahasa rumusan Patanjali seperti bahasa telegram atau teleks di masa lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dengan gaya penulisan yang memakai bahasa sehari-hari, Anand Krishna mendekodifikasi, memecahkan kode-kode sutra ini. Untuk mempermudah pemahaman kita, dia menggunakan analogi sederhana dan akrab dalam keseharian kita pula. Dijamin pembaca juga akan terbahak atau, minimal, tersenyum berkat anekdot dan humor di tengah pembahasan yang agak serius.
Telah disebut di depan, bahwa Bhagavan Patanjali menuntun Lolupa untuk meraih kebahagiaan. Caranya, dengan meniti jalan ke dalam diri. Inilah Yoga, the Way Within, Jalan ke Dalam Diri.
Lewat cintanya, melalui kekasihnya Lolupa, Patanjali mempersembahkan sutra-sutra ini sebagai hadiah abadi kepada umat manusia.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












