Yoga Nusantara: Gaya Hidup Sehat Berdaya dan Bahagia

Avatar photo

- Redaksi

Jumat, 20 Juni 2025 - 11:15 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Vicky da Gomez Editor : Redaktur Dibaca 314 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Buku berjudul Yoga Sutra Patanjali yang ditulis Anand Krishna

Buku berjudul Yoga Sutra Patanjali yang ditulis Anand Krishna

BHAGAVAN Patanjali pernah berada di wilayah sekitar Gunung Meru. Lebih dari 2500 tahun lalu, dia mengunjungi Nusantara.

Meru itu sebuah gunung legendaris. Adanya di wilayah yang sekarang disebut Indonesia. Setelah terjadi bencana alam berulang kali dan Paparan Sunda terfragmentasi atau berubah menjadi patahan-patahan, tersisa pucuk-pucuk Meru yang tetap berada di atas permukaan laut. Pucuk-pucuk itu membentuk pulau-pulau yang secara kolektif dinamakan Dvipantara atau Nusantara.

Wilayah dalam rengkuhan berkah Meru amat subur. Namun, di tengah limpah berkah kesuburan, Patanjali merasakan kehampaan jiwa manusia. Apalagi ketika ia bertemu Lolupa, gadis yang konon tinggal di “rongga pohon yang penuh buah”.

Artinya, kendati lahir dalam keluarga kaya raya dan terpandang, gadis itu tetap merasa hampa. Patanjali berbagi rasa dengannya, dan mengantar kekasihnya ke Alam Kebahagiaan Sejati, dengan cara meniti jalan ke dalam diri.

Baca Juga :  Mengenang Anand Krishna, Seorang Pelintas Batas

Banyak orang sudah dengar tentang yoga, bahkan tahu tentang asana atau posturpostur Yoga. Pendek kalimat, Yoga sudah memasyarakat.

Tapi, sangat boleh jadi belum banyak orang yang tahu ataupun pernah dengar tentang Patanjali dan sutra-sutra atau rumusan-rumusan tentang Yoga.

Berita Terkait

Mengenang Anand Krishna, Seorang Pelintas Batas
KPA Harusnya Jatuhkan Sanksi Administrasi kepada Tersangka John Bala, dan Tidak Berlindung di Balik Imunitas Advokat
Sepucuk Surat, Satu Nyawa, dan Negara yang Diam dalam Potret Pahit Pendidikan di NTT
Dari Keresahan yang Sunyi, ke Mana Kita Melangkah Bersama?
KUHP dan KUHAP Baru: Reformasi Hukum atau Kemunduran Demokrasi?
Ketika DAK Gagal Wujudkan Hak Kesehatan: Alarm Konstitusi dari Puskesmas Tuanggeo
PAD Naik, APBD Tetap Defisit: Ujian Otonomi Konstitusional dan Rasionalitas Tata Kelola Fiskal Daerah
Penutupan Pasar Wuring: Sebuah Kajian Sosiologi Hukum
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Kamis, 12 Februari 2026 - 18:25 WITA

Baru Lulus PPPK di Setda Sikka, DA Terjerat Kasus Narkoba

Selasa, 10 Februari 2026 - 20:55 WITA

TMMD di Desa Werang Resmi Dimulai, Bupati Sikka Harap Dapat Bawa Manfaat Nyata bagi Masyarakat

Selasa, 10 Februari 2026 - 20:06 WITA

Jaringan HAM Sikka Desak Bongkar Dugaan Praktik TPPO di Eltras Pub

Selasa, 10 Februari 2026 - 14:34 WITA

Kuasa Hukum Eltras Pub Somasi Novi, Buktikan “Kuburan” Banyak Janin di Depan Penginapan LC

Selasa, 10 Februari 2026 - 10:02 WITA

Gagal Salur di Dinkes Sikka Tembus Rp 4,3 Miliar, Paling Tinggi di Puskesmas Tuanggeo

Senin, 9 Februari 2026 - 21:50 WITA

Sesumbar Ungkap Tipikor Tercepat di Januari, Kajari Sikka Ternyata “Melempem”

Senin, 9 Februari 2026 - 19:58 WITA

Megaproyek Puskesmas Tuanggeo Terbengkelai, Masih Tunggu Audit BPK

Minggu, 8 Februari 2026 - 12:45 WITA

GMNI Sikka Kecam Politisasi Kasus Bunuh Diri Pelajar SD di Ngada

Berita Terbaru

Ipda Leonardus Tunga

Daerah

Baru Lulus PPPK di Setda Sikka, DA Terjerat Kasus Narkoba

Kamis, 12 Feb 2026 - 18:25 WITA