“Selama 20 tahun di ekspedisi, ini baru pertama kali kami diarahkan untuk diperiksa di Polres. Dan hanya di sini saja, di daerah lain tidak pernah,” jelas dia.
Beberapa sopir mengeluhkan lamanya waktu pemeriksaan, sejak pukul 05.00 Wita hingga pukul 11.50 Wita saat Kapolres Sikka memberikan keterangan pers, pemeriksaan masih berlangsung.
Lamanya pemeriksaan administrasi membuat para sopir jenuh mengantri, bahkan ada yang sempat mengeluh lapar, lelah, dan mengantuk. Mereka juga dibebani untuk secepatnya membongkar muatan, karena harus mengangkut lagi muatan baru untuk selanjutnya dibawa ke Surabaya melalui KM Dharma Rucitra 7 yang dijadwalkan Selasa (22/7) pagi besok bertolak dari Pelabuhan Laurens Say Maumere.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Kapolres Sikka sempat menanggapi keluhan para sopir. Dia menyampaikan bahwa semua keluhan akan ditampung. Pihaknya akan mendata lagi berapa banyak kendaraan yang akan melanjutkan perjalanan balik melalui KM Dharma Rucitra 7.
Hingga pukul 14.00 Wita, puluhan kendaraan ekspedisi masih saja parkir di sepanjang Jalan Ahmad Yani, dari depan Kantor Dinas PUPR hingga depan Gedung SCC. Bahu ruas Jalan Ahmad Yani menjadi sempit akibat “dimakan” mobil berbadan lebar itu.*** (eny)


Ikuti Kami
Subscribe












