

Maumere-SuaraSikka.com: Aset Pemprop NTT di Bandung Jawa Barat menjadi polemik ramai. Terakhir beredar kabar Pemprop NTT bakal menjual aset berupa tanah seluas 3.975 m2 tersebut. Namun DPRD NTT, khususnya Komisi I menolak mentah-mentah.
Di atas tanah seluas itu, masih ada bangunan tempat tinggal yang familiar disebut Asrama NTT. Banyak mahasiswa asal NTT yang pernah tinggal di situ. Asrama NTT yang terletak di Cikadut ini dikelola secara baik oleh diaspora NTT yang sudah lama menetap di Bandung.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Setelah beberapa waktu lalu Wakil Gubernur NTT Johny Asadoma mendatangi Asrama NTT, kali ini , Selasa (19/8), giliran Komisi I DPRD NTT melakukan kunjungan kerja di tempat itu. Selain melihat aset tersebut, mereka juga melakukan konsultasi bidang tugas bersama DPRD Propinsi Jawa Barat.
Rombongan wakil rakyat DPRD NTT itu dipimpin Julius Ully selaku Ketua Komisi I. Ikut di dalam rombongan ini yakni
Wakil Ketua 1 Ambrosius Reda, Wakil Ketua 2 Rambu Konda Praing,
Sekretaris Hironimus Banafanu, dan beberapa anggota yaitu David Imanuel Boimau, Randi Durhaman, Antonius Landi, dan Odilia Selaty Kabba. Mereka diterima antara lain oleh Johny Riberu, seorang diaspora NTT yang sudah lama menjaga aset tersebut.
Dari rekaman video yang diterima media ini, Ketua Komisi I DPRD NTT Julius Ully menyinggung isu yang beredar tentang penjualan aset Pemprop NTT di Cikadut. Dia mengaku baru mendengar isu tersebut.
“Ada isu bahwa seakan-akan aset ini mau dijualbelkan. Kami tidak pernah dengar, kami baru dengar saat ini,” respon dia.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












