Berdasarkan aktivitas kegempaan periode 13-14 Oktober 2025, tercatat 1 kali gempa letusan, 4 kali gempa guguran, 9 kali gempa hembusan, 1 kali gempa harmonik, 23 kali gempa tremor non harmonik, 1 kali gempa tornillo, 22 kali gempa vulkanik dalam, 2 kali gempa tektonik lokal, 11 kali gempa tektonik jauh, dan 1 kali getaran banyir.
Aktivitas kegempaan masih didominasi oleh gempa pada kedalaman dangkal, yang terlihat dari peningkatan gempa hembusan dan jumlah tremor non-harmonik yang masih stabil. Pada 14 Oktober 2025, tercatat dua kali gempa vulkanik dalam (VA) dengan amplitudo overscale, menandakan adanya peningkatan suplai magma dari kedalaman. Selain itu, gempa tektonik lokal yang terjadi satu hari sebelumnya menunjukkan kesesuaian dengan pergerakan magma yang mulai menuju ke permukaan.
Grafik tiltmeter menunjukkan pola menurun dengan arah vektor terlihat deflasi. Pergerakan GNSS menunjukkan trend kenaikan pada 5 hari terakhir. Kombinasi semua parameter ini mengindikasikan aktivitas suplai magma ke permukaan masih berlangsung. Dengan demikian potensi erupsi ke depannya masih dapat terjadi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Berdasarkan analisis visual dan instrumental, aktivitas Gunung Lewotobi Laki-Laki terjadi kenaikan yang sangat signifikan Oleh karena itu, tingkat aktivitasnya dinaikkan dari Level III (SIAGA) menjadi Level IV (AWAS) pada tanggal 14 Oktober 2025, pukul 21.30 Wita,” terang Muhamad Wafid.
Seiring kenaikan status gunung berapi tersebut, Badsn Geologi mengeluarkan beberapa rekomendasi yang perlu diperhatikan masyarakat sekitar. Masyarakat dan wisatawan dilarang beraktivitas dalam radius 6 kilometer dani pusat erupsi, serta 7 kilometer sektoral pada arah barat laut timur laut.
Masyarakat diimbau agar tetap tenang dan mengikuti arahan pemerintah daerah. Masyarakat juga diminta untuk tidak mempercayai informasi yang tidak jelas sumbernya.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe











