

Maumere-SuaraSikka.com: Aksi menyiram 3 kubik batu di depan pintu gerbang Kantor DPRD Sikka, Kamis (30/10), ternyata punya simbol khusus. Frederich Fransiskus Baba Djoedye alias Ivan Baba Djoedye yang menggagas aksi ini mengibaratkan Anggota DPRD Sikka seperti batu.
Menurut mantan aktifis GMNI Sikka itu, 35 anggota DPRD Sikka merupakan corong aspirasi masyarakat. Selama ini, kata dia, masyarakat berharap para wakil rakyat itu dapat maksimal berbicara dan memperjuangkan nasib rakyat dan daerah ini. Apalagi, kata dia, keberadaan wakil rakyat dengan segala pembiayaan yang ditanggung oleh masyarakat Sikka.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun, kata dia, terdapat banyak masalah yang tidak direspon oleh anggota DPRD Sikka. Dia menyebut seperti kekurangan bahkan ketiadaan dokter spesialis, kasus-kasus korupsi, dan masalah sosial seperti Pasar Wuring.
Kades Lela yang pernah dipecat di zaman Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo itu memastikan tidak pernah mendengar DPRD Sikka memberi solusi dan menjawabi segala macam masalah yang dia sebutkan tersebut.
“Saya mengandaikan, kalau masih tetap diam berarti mirip batu. Karena kami menggaji mereka untuk bicara, untuk memperjuangkan, tapi kalau mereka terus diam, kita tahu yang diam tidak ada mulut itu hanya batu,” ujar Ivan Baba Djoedye bersemangat.
Dengan aksi menyiram batu bervariasi bentuk dan ukuran di depan gerbang masuk Kantor DPRD Sikka, Ivan Baba Djoedye berharap 35 anggota DPRD Sikka tidak lagi mirip seperti batu.
Halaman : 1 2 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












