

Maumere-SuaraSikka.com: Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Front menuntut Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago bertanggungjawab mengatasi krisis kesehatan di daerah itu. Hal ini terkait ketiadaan dokter spesialis di Kabupaten Sikka, khususnya di RSUD TC Hillers Maumere.
Front yang turun ke jalan, Jumat (31/10), sempat melakukan orasi di Jalan Eltari, persis di depan Kantor Bupati Sikka. Meski berkekuatan tidak banyak massa, dengan pengeras suara yang tidak menembus dinding ruang kerja Bupati Sikka, aksi ini memberikan signal kuat bahwa urusan kesehatan tidak bisa ditawar-tawar.
“Kami tidak bisa lagi melihat saudara saudari kami meregang nyawa karena pelayanan kesehatan yang buruk,” seru Agustino Resan Wake dan Yosep Cristianto Osean dari atas pikup berwarna hitam.
Aksi spontanitas ini menyusul tidak adanya dokter obgyn di RSUD TC Hillers Maumere dan RSU Santo Gabriel Kewapante. Dampaknya, pasien diarahkan rujuk ke RSU Ende dan RSU Aeramo Nagaekeo.
Masalahnya tidak hanya di situ saja. Front menilai persoalan ketiadaan dokter spesialis, terutama dokter anestesi, sudah terjadi terus-menerus. Solusi dan alternatif yang dilakukan pemerintah daerah, lebih bersifat sementara waktu saja.
“Sudah berulang kali kami mendengar cerita pilu tentang ibu hamil yang kehilangan nyawa karena tiadanya dokter kandungan, pasien menderita kesakitan karena operasi ditunda akibat tidak ada dokter anastesi. Ini adalah tragedi kemanusiaan yang tidak bisa lagi ditoleransi,” tegas Front.
Halaman : 1 2 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












