Baru 1 Bulan Tugas di Sikka, Kasat Resnarkoba Bikin Ulah, Produsen Moke Resah

Avatar photo

- Redaksi

Kamis, 6 November 2025 - 21:43 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Vicky da Gomez Editor : Redaktur Dibaca 1,580 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kasat Resnarkoba Polres Sikka Iptu Yakobus Kokleo Sanam

Kasat Resnarkoba Polres Sikka Iptu Yakobus Kokleo Sanam

“Kalau penertiban di kios-kios, kami dukung. Tapi yang terjadi tindakan kebablasan, langsung masuk kuwu, daerah-daerah yang memiliki basis produksi moke,” sentil Ketua PMKRI Maumere Fabianus Rowa.

Kasat Resnarkoba Polres Sikka Iptu Yakobus Kokleo Sanam, sebagai anak NTT kelahiran Kabupaten TTU, mestinya sadar betul bahwa moke merupakan bagian dari warisan budaya dan kental dengan adat istiadat.

Moke tidak hanya ada di Sikka. Dengan berbagai nama lain sesuai penyebutan, minuman tradisional sejenis ini ada pada hampir semua daerah di NTT. Aneh bin ajaib jika Iptu Yakobus Kokleo Sanam yang pernah bertugas antara lain di Polres Nagekeo dan Polres Lembata, tidak paham kaitan antara moke, budaya, dan adat istiadat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pertanyaannya adalah motivasi apa yang membuat Iptu Yakobus Kokleo Sanam “menggempur” kuwu?  Apakah memang dia tidak paham? Ataukah ingin menampilkan ego dan kesombongan dalam tugas? Hanya Iptu Yakobus Kokleo Sanam yang tahu.

“Moke itu identitas budaya kami. Dari lahir hingga mati, moke adalah bagian yang tidak terpisahkan dari budaya,” kritik sejumlah orator saat aksi di depan Mapolres Sikka, Kamis (6/11).

Ulah Kasat Resnarkoba ini bukan saja membuat resah ribuan warga produsen moke. Secara internal, ulah ini telah menampar wajah Kapolres Sikka AKBP Bambang Supeno. Pemimpin tertinggi kepolisian di wilayah hukum Polres Sikka itu harus dengan tegar menyampaikan permohonan maaf atas ulah anak buahnya. Sesuatu yang jarang sekali terjadi di lingkup institusi kepolisian.

Berita Terkait

Jangan Jadikan Nusa Tenggara Timur Seperti Irlandia: Sebuah Kajian Sosial-Budaya
Kapal Ratu Rosari: Legenda Laut Hubungkan Flores dengan Dunia
Tiba Masa Tiba Akal, Gempa Flores: Antara Tragedi Kemanusiaan dan Politik Pencitraan
Spanyol versus Argentina, Pertarungan Dua Filosofi Menuju Tahta Dunia
Kasus Febrie Adriansyah dan Bahaya Cara Berpikir Hitam Putih
Empat Negara di Tangga Juara
Sengketa Tanah Nangahale: Perjumpaan antara Jejak Kolonial dan Status Kepemilikan
Pembubaran Ibadah dan Kebebasan Beragama: Antara Perlindungan Konstitusi dan IMB

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:45 WITA

Bukan Sekadar Belajar di Kelas, SMPK Yapenthom 2 Maumere Gandeng Frater Ledalero Ajak Siswa Kenali Diri dan Bertumbuh dalam Kasih

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:26 WITA

49 Tim SMP di Sikka Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:49 WITA

Groudbreaking Kampung Nelayan Merah Putih di Wuring, Bupati Sikka: Kita Dukung Ekosistem Ekonomi Kelautan yang Terintegrasi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:27 WITA

Pemerintah Gandeng Perbankan, Bikin Cantik Wajah Kota Maumere

Rabu, 7 Oktober 2026 - 21:00 WITA

Tanggapi Isu Daerah, Undana dan Pemkab Sikka Jajaki Kerja Sama Strategis Tahun 2027

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:04 WITA

Kabar Gembira! SMKS Yohanes XXIII Maumere Buka Jurusan Kecantikan dan SPA, Tenaga Didik Seorang Guru Muda Cantik

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:35 WITA

Femi Bapa Resmi Jadi Sekda Sikka

Senin, 5 Oktober 2026 - 13:38 WITA

3 WNA dan 1 WNI Terseret Arus di Perairan Pangabatang Maumere, Ditemukan Selamat

Berita Terbaru