Baru 1 Bulan Tugas di Sikka, Kasat Resnarkoba Bikin Ulah, Produsen Moke Resah

Avatar photo

- Redaksi

Kamis, 6 November 2025 - 21:43 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Vicky da Gomez Editor : Redaktur Dibaca 1,579 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kasat Resnarkoba Polres Sikka Iptu Yakobus Kokleo Sanam

Kasat Resnarkoba Polres Sikka Iptu Yakobus Kokleo Sanam

KASAT Resnarkoba Iptu Yakobus Kokleo Sanam baru 1 bulan bertugas di Polres Sikka. Meski tugas baru seumur jagung, dia sudah bikin ulah. Buntutnya produsen moke menjadi resah.

Tindakannya tidak tanggung-tanggung. Pertama kali dalam sejarah, dia melakukan operasi penertiban minuman keras tanpa izin edar langsung di tempat produksi atau yang biasa disebut kuwu. Tidak hanya itu, mantan Kasat Resnarkoba Lembata itu kemudian menyita ratusan liter moke dari tempat produksi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Iptu Yakobus Kokleo Sanam boleh saja beralasan bahwa operasi tersebut adalah bagian dari tugas kepolisian di bidang Resnarkoba. Apalagi dia dilindungi dengan perintah tugas berdasarkan Surat Telegram Kapolda NTT Nomor ST/568/X/WAS.2./2025 dan Surat Perintah Tugas Nomor Sp.Gas/699/X/RES.4./2025.

Tugas-tugas semacam ini bukan baru terjadi kali ini. Sejak dulu, penertiban minuman keras termasuk moke sudah sering dilakukan. Entah sudah berapa ribu liter moke yang diamankan polisi. Tapi semuanya aman-aman saja karena polisi pada zaman itu tidak pernah masuk ke kuwu-kuwu. Mereka sadar benar akan kesakralan ruang ini.

“Persoalan tidak menjadi besar kalau polisi tidak sita moke dari kuwu,” begitu kecam Johan De Brito Papa Naga, Presidium Gerakan Kemasyarakatan (Germas) PMKRI Maumere, saat audiens bersama Kapolres Sikka AKBP Bambang Supeno, Kamis (6/11).

Tempat produksi moke erat kaitannya dengan mata pencaharian. Ribuan warga Kabupaten Sikka adalah pelakunya. Mereka mengais rezeki sebagai produsen moke. Mereka memperoleh pendapatan, menyekolahkan anak, meningkatkan taraf hidup, dan menggantungkan masa depan dari kuwu. Bukan tidak mungkin ada yang menjadi polisi karena hasil dari produksi moke.

Berita Terkait

Jangan Jadikan Nusa Tenggara Timur Seperti Irlandia: Sebuah Kajian Sosial-Budaya
Kapal Ratu Rosari: Legenda Laut Hubungkan Flores dengan Dunia
Tiba Masa Tiba Akal, Gempa Flores: Antara Tragedi Kemanusiaan dan Politik Pencitraan
Spanyol versus Argentina, Pertarungan Dua Filosofi Menuju Tahta Dunia
Kasus Febrie Adriansyah dan Bahaya Cara Berpikir Hitam Putih
Empat Negara di Tangga Juara
Sengketa Tanah Nangahale: Perjumpaan antara Jejak Kolonial dan Status Kepemilikan
Pembubaran Ibadah dan Kebebasan Beragama: Antara Perlindungan Konstitusi dan IMB

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:45 WITA

Bukan Sekadar Belajar di Kelas, SMPK Yapenthom 2 Maumere Gandeng Frater Ledalero Ajak Siswa Kenali Diri dan Bertumbuh dalam Kasih

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:26 WITA

49 Tim SMP di Sikka Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:49 WITA

Groudbreaking Kampung Nelayan Merah Putih di Wuring, Bupati Sikka: Kita Dukung Ekosistem Ekonomi Kelautan yang Terintegrasi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:27 WITA

Pemerintah Gandeng Perbankan, Bikin Cantik Wajah Kota Maumere

Rabu, 7 Oktober 2026 - 21:00 WITA

Tanggapi Isu Daerah, Undana dan Pemkab Sikka Jajaki Kerja Sama Strategis Tahun 2027

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:04 WITA

Kabar Gembira! SMKS Yohanes XXIII Maumere Buka Jurusan Kecantikan dan SPA, Tenaga Didik Seorang Guru Muda Cantik

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:35 WITA

Femi Bapa Resmi Jadi Sekda Sikka

Senin, 5 Oktober 2026 - 13:38 WITA

3 WNA dan 1 WNI Terseret Arus di Perairan Pangabatang Maumere, Ditemukan Selamat

Berita Terbaru