“Ini pertandingan sangat berat, karena kami seperti melawan cermin diri sendiri. Dengan gap 2 tim yang tipis, yang menjadi pembeda hanyalah psikologi, mental, percaya diri, dan tidak pantang menyerah,” ungkap Kletus Gabhe usai PSN memenangkan drama adu pinalti.
Alhasil pertandingan berjalan sangat hati-hati sekali. Babak pertama berakhir imbang tanpa gol. Jika lebih tenang sedikit, harusnya PSN sudah lebih dulu mencuri gol. Namun penampilan gemilang Aslan sanggup mengamankan gawangnya. Setidaknya 4 kali Aslan berhasil melakukan penyelamatan yang luar biasa.
Adam Aby memecah keheningan pada menit ke-70. Pemain Borneo FC itu berhasil memanfaatkan umpan Noven Djaga dari sektor kiri. Sundulan keras Adam Aby tidak dapat dijangkau Aslan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun tidak sampai 2 menit, Bajak Laut membuat kedudukan berimbang. Sebuah umpan dari sektor kanan, sempat dihalau Eus Dosi dengan kepala. Bola jatuh di kaki Suharman. Dengan tenang dia meliukkan badan lalu mengeksekusi bola melewati empat pemain bertahan PSN. Bola melaju mulus ke gawang, tisak bisa diantisipasi Edo Muga.
Hasil imbang membuat bentrok ini dilanjutkan dengan adi pinalti. Heron Liko, Claudius Djawa, Kristoforus Salo, dan Eus Dosi, berhasil menjaringkan bola. Adam Aby, penendang kedua, gagal mengeksekusi secara baik. Tendangannya berhasil ditangkap Muhmammad Faezal, kiper pengganti.
Sementara dari Bajak Laut Karolus Bhuru, Andreas Logo, dan Yohanes Nono, mampu menaklukkan Edo Muga. Penendang kedua Ronaldy Ngoe gagal, bola yang diarahkan ke sudut kanan berhasil ditangkap.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












