Petaka bagi Bajak Laut datang pada penendang kelima. Faisal Rabil mengeksekusi bola dengan sangat dingin. Edo Muga sudah salah mengantisipasi, hanya saja bola membentur mistar gawang.

Kaki Maut Anang Halid
Semifinal kedua mempertemukan Persada dan Persena. Bentrok ini merupakan Laga Jilid 4. Dari tiga kali pertemuan selama gelaran turnamen bergengsi ini, 2 pertandingan berakhir imbang, dan Persada menang 1 pertandingan.
Praktis bentrok di semifinal ini menjadi panas. Apalagi dua tim ini memiliki motivasi tinggi untuk memenangkan pertandingan agar bisa tampil di partai puncak meladeni PSN yang sudah lebih dulu menyegel tiket final.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Persena tampil cukup atraktif, membawa euforia kesuksesan setelah berhasil mengalahkan tim tuan rumah Perse Ende pada Babak 8 Besar. Motivasi tinggi itu membuat Persena bermain lugas, meladeni Persada yang sering kali mendapat “bantuan” Dewi Fortuna.
Gol tunggal Persena tercipta pada menit ke-30. Anang Halid mengambil eksekusi tendangan penjuru dari sudut kiri gawang Persada. Bola terukur diarahkan ke gawang, disambut sundulan Risto Ngange, menjebol gawang Marselinus Bili.
Anang Halid, spesialis tendangan bola mati ini sepertinya memiliki “kaki maut” yang bisa membunuh lawan. Gol tunggal Persena pada gawang Perse Ende di masa injury time juga berawal dari tendangan bebas Anang Halid.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe











