Maumere-SuaraSikka.com: Samsul Bahri, seorang pedagang di Pasar PNPM di Kelurahan Wolomarang Kecamatan Alok Barat Kabupaten Sikka menyesalkan sikap pemerintah daerah setempat yang menutup Pasar PNPM. Aktifitas Pasar PNPM bersamaan dengan Pasar Wuring resmi ditutup sejak Selasa (9/12).
“Baru 1 hari tutup saya sudah rugi Rp 500.000 hingga Rp 600.000,” ungkap dia di Pasar PNPM, Selasa (9/12).
Dengan nada kesal, dia mempertanyakan alasan pemerintah daerah setempat menutup Pasar PNPM. Menurut dia, seharusnya pemerintah tidak menutup Pasar PNPM, karena pasar yang dibangun pemerintah tersebut bukan merupakan objek perkara antara pemerintah daerah dan CV Bengkunis Jaya selaku pengelola Pasar Wuring.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kalau Pasar PNPM di sini ditutup, yah tutup semua Pasar PNPM di kabupaten ini,” ujar dia emosional.
Pedagang ikan yang beralamat di Desa Waturia ini mengaku sudah puluhan tahun mengais rezeki di Pasar PNPM. Dia menjual ikan-ikan dasar, seperti kerapu dan kakap. Dalam sehari dia bisa mendapatkan keuntungan hingga Rp 500.000-Rp 600.000.
Kebijakan penutupan aktivitas Pasar Wuring, sebut dia, telah berimplikasi kepada penutupan Pasar PNPM, tempat di mana selama ini dia dan puluhan pedagang lainnya melakukan transaksi perdagangan. Kebijakan tersebut, ujar dia, dengan sendirinya telah mematikan upaya peningkatan pendapatan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, kesehatan, pendidikan, dan lain sebagainya.
Halaman : 1 2 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe











