Menurut Pater Oktavianus Tiwu Setu, Hana menjadi pilihan tokoh yang sentral dari keseluruhan refleksi yang dipadukan dengan sejumlah narasi penuh emosional sehingga pembaca sungguh mampu mengunyah setiap penggalan-penggalan kata dan kalimat.
“Hana adalah tokoh yang dihadirkan oleh Pater Patrick untuk memberi nilai tersendiri dalam tulisan ini,” ujar dia.
Kisah 1 Sam 1-2 adalah bagian-bagian penting yang bagi Pater Patrick Wangge memberi inspirasi dan refleksi lebih lanjut. Totalitas diksi yang dipilih mampu membawa pembaca masuk menembusi rahasia kehidupan Hana yang berhasil dibongkar tuntas oleh Pater Patrick Wangge.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dia menambahkan Pater Patrick Wangge mampu berselancar melintasi alam pikirannya. Karena itu dia sangat yakin Pater Patrick Wangge bergumul dengan realitas Hana dan berlompatan dengan berbagai kerangka pemikiran yang penuh reflektif. Pengalaman pergumulan dan kontemplasi yang tinggi menjadikan Pater Patrick Wangge mampu menghadirkan sejumlah nilai yang menyentuh sendi-sendi kehidupan manusia.
“Hemat saya, novel ini adalah rangkaian cerita yang bernuansa reflektif dan edukatif, memuat nilai-nilai dan pesan-pesan penting soal kemanusiaan, moral, adat istiadat dan keimanan,” ujar Pater Oktavianus Tiwu Setu.
Kelebihan lain novel Hama Namanya yakni gaya bahasanya sederhana, mudah dicerna, dan ceritanya mengalir sehingga menjadi daya tarik bagi pembaca untuk melihat bab demi bab selanjutnya.
Halaman : 1 2 3 4 5 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












