“Menarik sekali karena Pater Patrick mampu memposisikan dirinya dan berdiri sebagai Hana melalui luapan perasaan yang terungkap dalam isi cerita tersebut, dan yang akhirnya diafirmasi dalam pesan-pesan yang dalam,” ujar dia.
Menurut Pater Oktavianus Tiwu Setu, beberapa nilai yang dikemukakan Pater Patrick di antaranya menjadi pribadi yang kuat dan tegar dalam situasi sulit apapun, kesabaran akan penantian yang panjang, merawat cinta dan kesetiaan, nilai pengorbanan dan menjadi pribadi beriman yang tidak melupakan Tuhan.
Dalam resensinya, Pater Oktavianus Tiwu Setu menilai pada dasarnya tidak ada kekurangan yang terdapat dalam novel Hana Namanya. Buat dia Pater Patrick Wangge sungguh mampu mengatur, konsisten dalam menjaga keruntutan alur cerita pada setiap bab sehingga membentuk satu harmonisasi dan konektivitas yang baik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain itu, Pater Patrick Wangge juga sungguh menampilkan eksplorasi kekuatan karakter dari tokoh sentral dalam tulisan. Di antara kelebihan yang ada, menurut Pater Oktavianus Tiwu Setu, ada juga celah kecil di mana terjadi beberapa bagian yang alurnya maju mundur seakan ada suatu pengulangan.
Novel Hana Namanya diterbitkan oleh Penerbit Ridwan Publisher di Cirebon Jawa Barat. Bagi yang berminat mendapatkan novel ini bisa menghubungi Pater Patrick Wangge di Biara Carmel Maumere.*** (eny)


Ikuti Kami
Subscribe












