Sejarah dan Makna Hari Raya Nyepi

Avatar photo

- Redaksi

Kamis, 19 Maret 2026 - 13:56 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Vicky da Gomez Editor : Redaktur Dibaca 123 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

Maumere-SuaraSikka.com: Nyepi adalah hari suci umat Hindu yang dirayakan setiap Tahun Baru Saka. Peringatan Tahun Baru Saka jatuh pada hitungan Tilem Kesanga (IX) yang merupakan hari penyucian dewa-dewa yang berada di pusat samudera yang membawa intisari amerta air hidup. Tahun ini Nyepi jatuh pada tanggal 19 Maret 2026.

Berbeda dengan perayaan tahun baru lainnya yang identik dengan pesta dan keramaian, Nyepi justru dirayakan dengan penuh ketenangan. Pada hari ini, umat Hindu diharuskan untuk berdiam diri, tidak bekerja, dan merenungkan kehidupan mereka agar menjadi lebih baik di tahun yang baru.

Asal Usul
Perayaan Nyepi berasal dari ajaran Hindu di India yang kemudian berkembang di Indonesia, khususnya di Bali. Nyepi didasarkan pada penanggalan Saka yang dimulai sejak tahun 78 Masehi. Penanggalan ini dibawa ke Nusantara oleh para pedagang dan pendeta dari India.

Dalam sejarahnya, Nyepi juga berkaitan erat dengan ajaran Hindu tentang keseimbangan alam dan kehidupan. Dengan berdiam diri dan tidak melakukan aktivitas sehari-hari, umat Hindu percaya bahwa mereka memberikan kesempatan kepada alam untuk beristirahat dan memulai tahun baru dengan energi yang lebih baik.

Rangkaian Perayaan
Sebelum dan setelah Hari Raya Nyepi, ada beberapa rangkaian upacara yang dilakukan. Pertama, Melasti. Upacara Melasti dilakukan beberapa hari sebelum Nyepi. Pada hari ini, umat Hindu pergi ke laut, sungai, atau sumber air lainnya untuk menyucikan diri dan membersihkan benda-benda sakral yang digunakan dalam ibadah.

Baca Juga :  3 WNA dan 1 WNI Terseret Arus di Perairan Pangabatang Maumere, Ditemukan Selamat

Kedua, Tawur Kesanga. Sehari sebelum nyepi, dilakukan upacara Tawur Kesanga, yaitu ritual persembahan kepada bhuta kala (roh jahat) agar mereka tidak mengganggu kehidupan manusia. Upacara ini biasanya disertai dengan pawai ogoh-ogoh, yaitu patung besar yang menggambarkan roh jahat dan kemudian dibakar sebagai simbol pemusnahan hal-hal buruk.

Berita Terkait

Pemerintah Gandeng Perbankan, Bikin Cantik Wajah Kota Maumere
Bupati Sikka “Tampar” ASN: Jangan Lihat Pekerjaan Hanya sebagai Rutinitas Administrasi
Tanggapi Isu Daerah, Undana dan Pemkab Sikka Jajaki Kerja Sama Strategis Tahun 2027
Kabar Gembira! SMKS Yohanes XXIII Maumere Buka Jurusan Kecantikan dan SPA, Tenaga Didik Seorang Guru Muda Cantik
Femi Bapa Resmi Jadi Sekda Sikka
3 WNA dan 1 WNI Terseret Arus di Perairan Pangabatang Maumere, Ditemukan Selamat
Berhasil Tarik Tunggakan Rp 1,8 Miliar, BRI Maumere Kembali Perpanjang MoU dengan Kejaksaan Negeri Sikka
Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere Bakal Seru, 43 SMP Siap Berkompetisi
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 23:58 WITA

6 Janji Jenderal Suyudi Awali Langkah Jadi Kapolri

Kamis, 17 September 2026 - 22:07 WITA

BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome

Jumat, 11 September 2026 - 08:50 WITA

Ciri-ciri Pelaku Penembakan di Papua Sudah Diketahui, Polisi Sita Selongsong Peluru

Kamis, 10 September 2026 - 15:06 WITA

KKB Pimpinan Egianus  Kagoya Tembak Mati 3 WNI, 1 Korban Asal Sikka

Senin, 7 September 2026 - 19:54 WITA

BPJS Kesehatan Bangun Standar Customer Excellence melalui CX126

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:35 WITA

Melchias Mekeng Resmi Pimpin Komisi XII DPR RI

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 06:33 WITA

NADI JKN, Solusi Jaga Keaktifan Peserta JKN

Kamis, 6 Agustus 2026 - 15:12 WITA

Sambut HUT ke-81 RI, Asosiasi Penambang Nikel Ajak Perkuat Hilirisasi dan Tata Kelola Mineral demi Wujudkan Negara Adidaya

Berita Terbaru

Daerah

Femi Bapa Resmi Jadi Sekda Sikka

Rabu, 7 Okt 2026 - 15:35 WITA