



Maumere-SuaraSikka.com: Keluarga korban meragukan profesionalisme Polres Siika dalam mengungkap kasus pembunuhan STN alias Noni. Tak ayal, mereka pun mendesak Mabes Polri agar mengambil alih kasus pembunuhan keji tersebut.
Desakan keluarga korban ini disampaikan saat aksi demonstrasi dan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama DPRD Sikka, Jumat (27/3). Keluarga korban meyakini kasus ini akan menjadi lebih terang benderang jika ditangani penyidik yang memiliki sumber daya yang lebih memadai dari penyidik di Polres Sikka.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sudah 1 bulan, tapi kasus ini terkatung-katung. Apakah karena kami ini orang kecil, tidak punya uang, tidak punya harta? Sakit sekali hati ini,” ungkap kecewa ayah korban dari atas mobil orasi di halaman Gedung DPRD Sikka.
Keraguan keluarga korban terhadap polisi muncul sejak remaja perempuan berusia 14 tahun itu hilang dari rumah pada Jumat (20/2). Keluarga korban melaporkan kasus tersebut ke Polsek Kewapante, namun respon aparat kepolisian justeru sangat tidak profesional. Keluarga korban diminta mencari sendiri dengan alasan perempuan remaja mungkin saja lagi main ke rumah teman.
Keluarga terpaksa mencari sendiri STN yang hilang, hingga akhirnya pada Senin (23/2) menemukan remaja perempuan itu meninggal dunia dalam keadaan tidak wajar. Barulah setelah itu Polsek Kewapante menuju ke lokasi tempat jasad korban ditemukan.
Seruan ketidakpuasan terhadap profesionalisme Polres Sikka makin kuat setelah hingga 1 bulan sesudahnya penyidik tidak berhasil menemukan sejumlah barang bukti. Setidaknya terdapat 5 barang bukti yang hingga sekarang belum berhasil ditemukan yakni rambut korban, pakaian korban, handphone korban, jari korban yang terpotong, dan bercak darah pada lokasi kejadian.
Halaman : 1 2 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












