Penyidik sepertinya fokus pada upaya FRG yang melarikan diri usai melakukan pembunuhan, hingga anak pelaku berusia 16 tahun itu ditangkap di Kabupaten Ende. Menurut dia, penyidik akan mendalami pihak-pihak yang ikut membantu pelarian diri FRG ke Ende.
“Siapa yang mengantar atau memfasilitasi ke Ende, semuanya masih ada, kami akan dalami terus bagaimana anak pelaku bisa sampai di Ende,” ujar Kasat Reskrim.
Dia juga menyinggung peran ibu tiri anak pelaku. Menurut dia, sejauh ini ibu tiri anak pelaku sudah diambil keterangan. Ibu tiri pelaku, kata dia, cukup kooperatif karena selalu hadir setiap kali dimintai keterangan di Polres Sikka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kasat Reskrim menyebut telah mengantongi banyak data terkait pihak-pihak yang diduga terlibat dalam tindakan penyesatan peradilan. Data utama yang dia kantingo yakni dari handphone milik anak pelaku. Meskipun handphone anak pelaku dalam kondisi rusak, namun data-data yang terdapat di dalam handphone tersebut sudah diamankan.
“Waktu mau buka handphone anak pelaku, ternyata rusak. Namun untuk data kami sudah pegang. Jadi dalam proses penyidikan ini kami sudah bisa menyimpulkan bagaimana atau pun siapa saja yang terkait dalam peristiwa penyesatan peradilan,” ujar dia yakin.
Sebagaimana diketahui, STN alias Noni ditemukan meninggal dunia dalam keadaan tidak wajar. Dari hasil penyelidikan diketahui korban meninggal karena dibunuh secara keji oleh FRG. Setelah menetapkan 3 tersangka, penyidik Polres Sikka maasih terus mengembangkam penyidikan untuk mengungkap kasus ini secara terang benderang.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












