Kesabaran PSG akhirnya membuahkan hasil pada babak kedua. Ousmane Dembele sukses mengeksekusi penalti untuk menyamakan skor menjadi 1-1 dan mengubah momentum pertandingan.

Tidak ada gol tambahan yang tercipta hingga babak tambahan waktu berakhir. Kedua tim sama-sama tampil disiplin sehingga pertandingan harus ditentukan melalui adu penalti.
Dominasi
Sepanjang 120 menit, PSG tampil sebagai penguasa lapangan. Mereka menguasai bola 72% dengan 847 operan akurasi 93%, melepaskan 19 tembakan dengan 4 on target, dan mencatat 11 tendangan sudut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara Arsenal hanya menghasilkan 5 tembakan dengan 1 on target. Namun itu cukup untuk satu gol.
Konversi Arsenal mencapai 20%, empat kali lebih efisien dibanding PSG yang hanya 5,3%. Arsenal pun tercatat melakukan 16 pelanggaran dengan 4 kartu kuning — cerminan perjuangan keras mereka menahan gempuran PSG selama hampir dua jam.
Ukir Sejarah Baru
Gelar ini bukan sekadar trofi biasa. PSG kini menjadi tim yang berhasil mempertahankan mahkota Liga Champions secara beruntun, sebuah pencapaian yang hanya diraih segelintir klub elit Eropa. Sebelumnya, pada musim 2024/2025, PSG meraih gelar pertama setelah menghancurkan Inter Milan dengan skor telak 5-0 di partai final.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












