Kemenangan di Budapest ini mencatatkan PSG mengukir sejarah baru, sekaligus menjawab keraguan banyak pihak atas konsistensi PSG di pentas Eropa.
Bagi Arsenal, hasil ini menjadi luka lama yang kembali terbuka. Setelah gagal pada final 2006 melawan Barcelona, The Gunners kembali harus menerima kenyataan pahit sebagai runner-up setelah begitu dekat dengan trofi Liga Champions pertama dalam sejarah klub.
PSG juara Liga Champions 2026 bukan sekadar gelar keberuntungan. Ini adalah bukti nyata transformasi klub Paris yang selama bertahun-tahun diejek sebagai “pembeli trofi” kini tampil sebagai dinasti sejati Eropa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Luis Enrique berhasil membangun tim kolektif tanpa bintang tunggal. Tanpa Mbappe, PSG justeru lebih solid, lebih lapar, dan lebih tangguh. Kvaratskhelia, Dembélé, Doué, semuanya tampil sebagai unit, bukan individu.
Gelar back to back ini menempatkan PSG sejajar dengan Real Madrid dan Bayern Munich sebagai kekuatan dominan sepak bola Eropa modern. Budapest 2026 akan selalu dikenang sebagai malam ketika PSG benar-benar lahir sebagai raksasa sejati.*** (*/eny)


Ikuti Kami
Subscribe












