Presiden mendorong memanfaatkan teknologi informasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan serta meningkatkan transparansi proses kerja dan memperkuat akuntabilitas organisasi. Bagi dia, hal ini sangat penting untuk meraih kepercayaan publik.
Tidak hanya itu, Presiden Prabowo juga berpesan agar memperkuat kapasitas sumber daya manusia untuk menghadapi kompleksitas ancaman. Bagi dia, hal ini adalah tantangan utama Polri di era digital. Kemajuan teknologi informasi senantiasa dibarengi dengan perkembangan karakteristik ancaman keamanan.
“Polri harus mampu memperkuat kapasitas sumber daya manusia untuk mampu menghadapi ancaman keamanan yang bersifat multidimensial,” ujar Prabowo Subianto.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dengan kapasitas sumber daya manusia yang profesional, adaptif, berintegritas, dan menguasai teknologi serta berorientasi pelayanan, hemat Presiden, Polri tidak hanya mampu menjadi penjaga keamanan, namun juga menjadi pelindung bagi masyarakat dari ancaman dan kejahatan.
Amanah lain yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto yakni meningkatkan fleksibilitas organisasi dalam menghadapi lingkungan strategis yang dinamis.
“Saya tegaskan, di tengah situasi geopolitik global yang sangat dinamis, Polri harus memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi. Polri harus mampu mendeteksi setiap perubahan yang terjadi, merespons peluang dan ancaman dengan cepat serta beradaptasi dengan lingkungan. Polri harus mampu menjadi institusi kepolisian yang modern yang berbasis data, prediktif, kolaboratif, dan berorientasi pada pelayanan publik,” pinta Presiden Prabowo.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












