Dia mengingatkan penyelenggaraan turnamen seperti Piala Pertiwi Tahun 2026 sekaligus menjadi kesempatan untuk membangun pengalaman penyelenggaraan pertandingan, mengembangkan sumber daya manusia olahraga, dan memperkuat budaya sepak bola di daerah ini.
“Saya berharap suatu saat nanti, ketika atlit-atlit sepak bola putri dari berbagai propinsi datang bertanding pada PON 2028, masyarakat Indonesia tidak hanya mengenal Maumere sebagai tempat pertandingan, tetapi mengenal Maumere sebagai salah satu rumah sepak bola putri Indonesia,” ungkap Gubernur NTT.
Piala Pertiwi yang digelar di Maumere, merupakan turnamen sepak bola putri yang pertama kali dilaksanakan di Propinsi NTT. Turnamen ini sekaligus sebagai ajang seleksi bagi talenta-talenta putri NTT pada PON 2028. Sebagai tuan rumah pelaksanaan PON 2028 bersama NTB, tim Sepak Bola Putri NTT tidak akan mengikuti kualifikasi karena secara otomatis langsung menjadi salah satu peserta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Debut awal Turnamen Pertiwi Tahun 2026 yang memperbutkan Piala Ketua PKK Propinsi NTT, hanya diikuti 4 tim dari yakni Nirwana 04 Nagekeo, Persap Alor, Persada Sumba Barat Daya dan Persami Maumere. Kecuali Persada Sumba Barat Daya yang sedang dalam perjalanan, tiga tim lain sudah berada di Maumere.
Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago menyambut gembira penunjukkan Gelora Samador da Cunha Maumere sebagai venue sepak bola putri. Dengan kondisi Gelora Samador da Cunha Maumere yang masih membutuhkan banyak sekali pembenahan, dia berharap ada intervensi dari pemerintah propinsi dan pemerintah pusat.*** (eny)
Halaman : 1 2


Ikuti Kami
Subscribe












